Menpora Percaya Kepada The Jakmania
Arby Rahmat | CNN Indonesia
Selasa, 13 Feb 2018 03:53 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora), Imam Nahrawi, percaya suporter Persija Jakarta atau yang akrab disebut The Jakmania dapat menjadi tuan rumah yang baik dalam final Piala Presiden 2018 pada 17 Februari mendatang.
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu melangkah ke final Piala Presiden 2018 setelah menang 1-0 pada leg kedua semifinal di Stadion Manahan, Solo, Senin (12/2). Persija lolos dengan kemenangan agregat 5-1 atas PSMS.
Sebelumnya, Persija berhasil memenangi pertandingan leg pertama di tempat yang sama dengan skor telak 4-1.
"The Jakmania nanti di Jakarta pasti akan jadi tuan rumah yang baik. Saya tidak khawatir SUGBK digunakan sebelum Asian Games 2018, saya sangat optimistis. Dan apa yang dilakukan suporter pasti akan memberikan konsekuensi kepada klub," kata Imam kepada para awak media di Kemenpora pada Senin (212) petang.
Rencananya, final Piala Presiden 2018 baka digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Di partai final, Persija akan berhadapan dengan pemenang antara Bali United dan Sriwijaya FC.
Lebih lanjut, Imam mengatakan SUGBK adalah stadion yang cukup megah, gagah, dan jadi kebanggaan nasional. Siapa pun yang bermain dan nonton, lanjutnya, wajib untuk menjaganya dengan baik.
"Dan saya sangat optimistis bahwa suporter saat ini betul-betul berubah, sudah ada perbaikan dan kesadaran masif bahwa stadion itu milik bersama. Maka dari itu, pasti akan dijaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan," katanya menambahkan. (sry)
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu melangkah ke final Piala Presiden 2018 setelah menang 1-0 pada leg kedua semifinal di Stadion Manahan, Solo, Senin (12/2). Persija lolos dengan kemenangan agregat 5-1 atas PSMS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam Nahrawi yakin, suporter sepak bola Indonesia saat ini sudah berubah dan lebih memiliki kesadaran. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Lebih lanjut, Imam mengatakan SUGBK adalah stadion yang cukup megah, gagah, dan jadi kebanggaan nasional. Siapa pun yang bermain dan nonton, lanjutnya, wajib untuk menjaganya dengan baik.
Imam Nahrawi yakin, suporter sepak bola Indonesia saat ini sudah berubah dan lebih memiliki kesadaran. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)