Menurut Winarto, sejauh waktunya tidak bentrok dengan kepentingan Asian Games 2018, SUGBK terbuka digunakan siapa pun sesuai ketentuan yang berlaku. Usai final Piala Presiden 2018 yang dimenangi Persija dengan mengalahkan Bali United, 3-0, SUGBK mengalami beberapa kerusakan oleh suporter Persija, yang akhirnya dikecam banyak pihak.
"Kami enggak boleh trauma, ini kan industri olahraga, harus kami majukan. Kalau kami mau enak gampang, kami bilang saja tidak boleh main di sini, tapi buat apa ini dibangun?" kata Winarto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PPK GBK, Winarto, meninjau kerusakan yang terjadi di SUGBK usai final Piala Presiden 2018. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) |
Winarto menyebut pihaknya sudah menjadwalkan pertemuan dengan pihak Persija Jakarta, Rabu (21/2). Dalam pertemuan itu akan dibahas soal kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi serta kekhawatiran yang dirasakan GBK jelang laga Persija melawan Tampines Rovers di Piala AFC, Rabu (28/2).
Lihat juga:Ketum Cuti, PSSI Dipanggil Menpora |
Sementara, Direktur Utama Persija, Gede Widiade, mengatakan surat izin penggunaan SUGBK untuk Piala AFC sudah diterimanya dari PPK GBK.
Kerusakan di beberapa bagian SUGBK karena suporter memaksa masuk ke dalam lapangan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Bahkan, Gede mengaku satu jam setelah timnya memastikan trofi Piala Presiden 2018, dia langsung bertemu dengan Direksi PPK GBK.
Lihat juga:Menteri Basuki Sedih Meski GBK Rusak Minor |
Gede menanbahkan, saat ini yang harus dilakukannya adalah melakukan edukasi kepada para suporter agar GBK sebagai aset negara dijaga. (sry)
Direktur Utama PPK GBK, Winarto, meninjau kerusakan yang terjadi di SUGBK usai final Piala Presiden 2018. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Kerusakan di beberapa bagian SUGBK karena suporter memaksa masuk ke dalam lapangan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)