Eko mengatakan saat ini belum bisa berpikir panjang soal penampilannya di Asian Games nanti. Ia hanya berusaha untuk menjalani apa yang bisa dilakukannya dengan sebaik mungkin.
Lihat juga:Daftar Lengkap 24 Pebalap MotoGP 2018 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) terus berupaya agar keputusan AWF menghapus kelas 62kg cabang angkat besi ditangguhkan. Salah satunya dengan mengirimkan surat resmi kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk menolak keputusan AWF yang ditujukan langsung kepada Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, Kamis (22/2).
Eko Yuli mendapat medali perak di Olimpiade Rio De Janeiro pada 2016 lalu. (REUTERS/Yves Herman) |
Kelas 62kg yang menjadi andalan Eko Yuli itu dihapus penyelenggaraannya oleh Komite Teknis dan Anggota Eksekutif AWF (Asia Weightlifting Federation) di Asian Games 2018. Surat penghapusan itu dikirimkan ke Director General IWF (International Weightlifting Federation), Attila Adamfi, 11 Februari.
Menpora Imam Nahrawi akan meminta OCA untuk menolak keputusan AWF. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Lifter 28 tahun asal Lampung itu meraih perunggu di Olimpiade 2008 Beijing dan 2012 London serta medali perak di Rio de Janeiro, Brasil 2016 lalu.
Pada 2018 ini, peluang Eko untuk menyumbangkan medali emas buat Indonesia cukup besar. Pasalnya, dua negara dengan prestasi angkat besi terbaik di dunia, Kazakhstan dan China dipastikan absen karena atletnya terbukti doping. (ptr)
Eko Yuli mendapat medali perak di Olimpiade Rio De Janeiro pada 2016 lalu. (REUTERS/Yves Herman)
Menpora Imam Nahrawi akan meminta OCA untuk menolak keputusan AWF. (CNN Indonesia/Hesti Rika)