Spasojevic sebenarnya mendapatkan peluang emas membawa Bali United menang atas Cebu pada laga kedua di Grup G Piala AFC di Stadion Rizal Memorial, Selasa (27/2), melalui titik putih pada menit ke-80. Namun, tendangan kaki kanan yang mengarah ke kanan gawang Cebu berhasil dibaca dan diblok Deyto, kiper tim tuan rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilija Spasojevic menyelamatkan Bali United dari kekalahan di markas Global Cebu FC. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Bola liar justru jatuh di depan gawang sendiri, winger Cebu, Curt Dizon pun tanpa kesulitan membobol gawang Bali United dengan sundulannya.
Widodo pun mengomentari sejumlah peluang yang seharusnya menjadi gol di laga itu, termasuk kegagalan Spaso menyarangkan bola dari eksekusi penalti.
Mantan pelatih Sriwijaya FC sendiri menilai pertandingan berlangsung ketat dan kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang.
"Pertandingan berlangsung sangat seru. Kedua tim bermain menyerang. Namun banyaknya peluang yang gagal membuat kami tidak berhasil meraih hasil yang lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kami harus bersiap untuk pertandingan berikutnya," ucap Widodo.
Widodo lantas mengapresiasi kerja keras para pemainnya di lapangan. Meski demikian, ia menyoroti sejumlah kelemahan pada laga tersebut sehingga tak boleh terulang lagi.
Ilija Spasojevic menyelamatkan Bali United dari kekalahan di markas Global Cebu FC. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)