Indonesia mengirimkan 24 atlet ke All England. Mereka terdiri dari tiga tunggal putra, satu tunggal putri, empat ganda putra, tiga ganda putri dan tiga ganda campuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait target, PBSI berharap pencapaian empat wakil Indonesia di final Indonesia Masters lalu bisa terulang di All England. Hal itu didasari dengan kekuatan bulutangkis dunia yang kian merata.
Melihat daftar nama-nama yang ada, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir adalah pemain-pemain yang layak dijadikan andalan untuk meraih gelar.
Sekjen PBSI Ahmad Budiharto menambahkan, All England menjadi salah satu target utama bulutangkis Indonesia tahun ini. Selain itu, All England juga menjadi turnamen untuk mengukur kualitas pemain Indonesia sebelum menentukan skuat yang akan diturunkan di Piala Thomas-Uber dan puncaknya di Asian Games 2018.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bakal jadi salah satu andalan untuk meraih gelar. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Di sisi lain, All England jadi satu dari dua turnamen yang dijadikan percobaan penerapan aturan baru yang dikeluarkan BWF (Federasi Bulutangkis Dunia), termasuk penerapan aturan tinggi maksimal servis yang dibatasi hanya 115 cm dari permukaan lapangan.
Ganda putra nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menyebut masih beradaptasi dengan aturan itu. Meski demikian, keduanya mengaku siap dan tidak terlalu memikirkan perubahan tersebut.
"Buat servis kami belum pernah coba waktu pertandingan, jadi belum tahu seperti apa nanti. Kami sudah siapkan latihan servis, harusnya tidak ada masalah," kata Marcus. (nva)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bakal jadi salah satu andalan untuk meraih gelar. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)