Borneo FC unggul 1-0 atas Sriwijaya FC di babak pertama melalui gol sundulan Marlon da Silva. Namun, di babak kedua Borneo FC menambah dua gol lagi melalui kaki Lerby Eliandry dan sundulan Titus Bonai, sedangkan Sriwijaya FC membalas dengan dua gol dari Alberto Goncalves dan satu gol Makan Konate.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada menit injury time, terjadi keributan di pinggir lapangan dari pemain kedua tim. Kericuhan itu diawal dengan adangan Abdul Rahman kepada Marckho Sandy. Sandy yang tidak terima membalasnya dengan menendang Rahman.
Borneo FC hanya mencetak satu gol di babak kedua yang kemudian dibalas dengan dua gol dari Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Hanya saja, keributan itu berbuntut panjang. Secara tiba-tiba pemain-pemain dari kedua tim masuk ke dalam lorong menuju ruang ganti. Padahal, wasit belum meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir.
Di babak kedua, tim asuhan Iwan Setiawan itu mencetak gol cepat pada menit ke-47. Memanfaatkan umpan Srdan Lopicic dari sisi kanan, Lerby melepaskan tendangan keras yang tidak bisa diantisipasi Teja Paku Alam.
Di babak kedua, tim asuhan Iwan Setiawan itu mencetak gol cepat pada menit ke-47. Memanfaatkan umpan Srdan Lopicic dari sisi kanan, Lerby melepaskan tendangan keras yang tidak bisa diantisipasi Teja Paku Alam.
Meski sempat tertinggal dua gol, Sriwijaya FC bermain lebih tenang hingga akhirnya bisa menyamakan kedudukan. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha) |
Kurang dari 10 menit setelah gol pertama, Beto kembali membobol gawang Borneo FC yang membuat kedudukan imbang menjadi 2-2 pada menit ke-65. Mendapat umpan terobosan dari lini tengah, Beto menempatkan bola ke kiri gawang yang tidak bisa dijangkau M Ridho.
Skor imbang membuat pertandingan menjadi lebih hidup. Baik Borneo FC dan Sriwijaya FC terus melancarkan serangan ke pertahanan lawan. Kondisi itu tidak membuat kiper M Ridho dan Teja Paku Alam tenang di bawah mistar.
Lihat juga:Sakit, Luis Milla Absen di Seminar PT LIB |
Sundulan Tibo pun dibalas dengan tendangan bebas Makan Konate pada menit ke-91. Tendangan bebas Konate dari luar kotak penalti sempat membentur pagar Borneo FC yang membuat bola sedikit berubah arah hingga masuk ke gawang M Ridho.
Wasit Jerry Elly akhirnya meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Skor tetap imbang 3-3 untuk kedua tim yang membuat laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Di babak tambahan waktu, baik Borneo FC dan Sriwijaya FC terlihat berhati-hati dalam menyerang. Kedua tim seperti menyimpan tenaga sembari melihat peluang terbaik untuk melumpuhkan pertahanan lawan.
Namun, dalam dua babak tambahan waktu tidak ada juga gol tambahan yang tercipta. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Di babak adu penalti, dari lima penendang awal, tiga eksekutor sukses sedangkan hanya dua lainnya gagal di tangan kiper Sriwijaya FC Teja Paku Alam. Ketiga pemain yang sukses itu adalah, Lerby Eliandry, Marlon da Silva, dan Azamat Baimatov. Sedangkan dua yang gagal adalah, Julien Faubert dan Srdan Lopicic.
Di kubu Laskar Wong Kito, Makan Konate, Novan Setia, dan Manuchekhr Dzalilov juga sukses. Dua pemain lainnya, Beto dan Alfin berhasil diblok M Ridho.
Namun, Sriwijaya FC lebih beruntung melalui penendang tambahan mereka. Dari tiga penendang tambahan, Hamka Hamzah dan M Nur Iskandar mampu mengecoh M Ridho. Sementara, Borneo FC hanya berhasil melalui Titus Bonai.
Tendangan Zulfiandi dari Sriwijaya FC melambung di atas gawang, sedangkan sepakan Edy Gunawan dan Diego Michiels bisa diblok Teja serta tidak tepat sasaran.
Di pertandingan final yang digelar Minggu (4/3), Sriwijaya FC akan menghadapi Arema FC di Stadion Palaran.
Susunan pemain
Borneo FC: Muhammad Ridho; Diego Michiels, Azamat Baimatov, Leonard Tupamahu, Abdul Rahman; Srdan Lopicic, Julien Faubert, Wahyudi Setiawan; Marlon da Silva, Lerby Eliandry, Sultan Samma.
Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Marckho Sandy Merauje, Mamadou N'Diaye, Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony; Zulfiandi, Makan Konate, Adam Alis; Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves, Manuchekhr Dzhalilov.
(sry)
Wasit Jerry Elly akhirnya meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Skor tetap imbang 3-3 untuk kedua tim yang membuat laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Skor imbang 3-3 pada waktu normal dan babak tambahan waktu membuat pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww/18) |
Namun, dalam dua babak tambahan waktu tidak ada juga gol tambahan yang tercipta. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Di babak adu penalti, dari lima penendang awal, tiga eksekutor sukses sedangkan hanya dua lainnya gagal di tangan kiper Sriwijaya FC Teja Paku Alam. Ketiga pemain yang sukses itu adalah, Lerby Eliandry, Marlon da Silva, dan Azamat Baimatov. Sedangkan dua yang gagal adalah, Julien Faubert dan Srdan Lopicic.
Namun, Sriwijaya FC lebih beruntung melalui penendang tambahan mereka. Dari tiga penendang tambahan, Hamka Hamzah dan M Nur Iskandar mampu mengecoh M Ridho. Sementara, Borneo FC hanya berhasil melalui Titus Bonai.
Tendangan Zulfiandi dari Sriwijaya FC melambung di atas gawang, sedangkan sepakan Edy Gunawan dan Diego Michiels bisa diblok Teja serta tidak tepat sasaran.
Di pertandingan final yang digelar Minggu (4/3), Sriwijaya FC akan menghadapi Arema FC di Stadion Palaran.
Borneo FC: Muhammad Ridho; Diego Michiels, Azamat Baimatov, Leonard Tupamahu, Abdul Rahman; Srdan Lopicic, Julien Faubert, Wahyudi Setiawan; Marlon da Silva, Lerby Eliandry, Sultan Samma.
Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Marckho Sandy Merauje, Mamadou N'Diaye, Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony; Zulfiandi, Makan Konate, Adam Alis; Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves, Manuchekhr Dzhalilov.
Borneo FC hanya mencetak satu gol di babak kedua yang kemudian dibalas dengan dua gol dari Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Meski sempat tertinggal dua gol, Sriwijaya FC bermain lebih tenang hingga akhirnya bisa menyamakan kedudukan. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Skor imbang 3-3 pada waktu normal dan babak tambahan waktu membuat pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww/18)