Sriwijaya FC Hadapi Arema di Final Piala Gubernur Kaltim 2018

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Jumat, 02/03/2018 23:02 WIB
Sriwijaya FC Hadapi Arema di Final Piala Gubernur Kaltim 2018 Sriwijaya FC ke final Piala Gubernur Kaltim setelah mengalahkan Borneo FC di semifinal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sriwijaya FC melangkah ke babak final Piala Gubernur Kaltim 2018 setelah mengalahkan Borneo FC 5-4 melalui babak adu penalti di Stadion Palaran, Samarinda, Jumat (2/3). Laga dilanjutkan ke babak adu penalti setelah dalam waktu normal dan tambahan waktu  bermain imbang 3-3.

Borneo FC unggul 1-0 atas Sriwijaya FC di babak pertama melalui gol sundulan Marlon da Silva. Namun, di babak kedua Borneo FC menambah dua gol lagi melalui kaki Lerby Eliandry dan sundulan Titus Bonai, sedangkan Sriwijaya FC membalas dengan dua gol dari Alberto Goncalves dan satu gol Makan Konate.

Sejak awal pertandingan, kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol lebih dahulu. Hanya saja, Sriwijaya FC sedikit mendomonasi dengan kesempatan dari Manuchekhr Dzalilov dan Adam Alis. Hanya saja, kiper M Ridho tampil brilian dengan menggagalkan dua peluang itu.


Pesut Etam yang berstatus sebagai tuan rumah akhirnya unggul 1-0 berkat gol Marlon da Silva pada menit ke-26. Tendangan bebas Srdan Lopicic dari sisi kiri pertahanan dekat kotak penalti Sriwijaya FC yang diarahkan ke tiang jauh menjadi makanan empuk bagi Da Silva yang dengan mudah menyundul bola ke dalam gawang.

Pada menit injury time, terjadi keributan di pinggir lapangan dari pemain kedua tim. Kericuhan itu diawal dengan adangan Abdul Rahman kepada Marckho Sandy. Sandy yang tidak terima membalasnya dengan menendang Rahman.
Borneo FC hanya mencetak satu gol di babak kedua yang kemudian dibalas dengan dua gol dari Sriwijaya FC.Borneo FC hanya mencetak satu gol di babak kedua yang kemudian dibalas dengan dua gol dari Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Akibat insiden itu, baik Sandy dan Rahman sama-sama dikartu merah wasit. Kedua tim pun harus bermain dengan 10 orang.

Hanya saja, keributan itu berbuntut panjang. Secara tiba-tiba pemain-pemain dari kedua tim masuk ke dalam lorong menuju ruang ganti. Padahal, wasit belum meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir.

Di babak kedua, tim asuhan Iwan Setiawan itu mencetak gol cepat pada menit ke-47. Memanfaatkan umpan Srdan Lopicic dari sisi kanan, Lerby melepaskan tendangan keras yang tidak bisa diantisipasi Teja Paku Alam.
Meski sempat tertinggal dua gol, Sriwijaya FC bermain lebih tenang hingga bisa menyamakan kedudukan.Meski sempat tertinggal dua gol, Sriwijaya FC bermain lebih tenang hingga akhirnya bisa menyamakan kedudukan. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Tertinggal dua gol, Laskar Wong Kito memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui Alberto Goncalves. Tendangan penjuru yang diambil Alfin Tuasalamony tidak mengarah ke dekat gawang. Bola yang mendekati titik putih berhasil disepak oleh Beto Goncalves.

Kurang dari 10 menit setelah gol pertama, Beto kembali membobol gawang Borneo FC yang membuat kedudukan imbang menjadi 2-2 pada menit ke-65. Mendapat umpan terobosan dari lini tengah, Beto menempatkan bola ke kiri gawang yang tidak bisa dijangkau M Ridho.

Skor imbang membuat pertandingan menjadi lebih hidup. Baik Borneo FC dan Sriwijaya FC terus melancarkan serangan ke pertahanan lawan. Kondisi itu tidak membuat kiper M Ridho dan Teja Paku Alam tenang di bawah mistar.

Namun, dua menit sebelum waktu normal berakhir, Borneo FC kembali unggul melalui Titus Bonai pada menit ke-88 melalui sundulan memanfaatkan umpan Julien Faubert.

Sundulan Tibo pun dibalas dengan tendangan bebas Makan Konate pada menit ke-91. Tendangan bebas Konate dari luar kotak penalti sempat membentur pagar Borneo FC yang membuat bola sedikit berubah arah hingga masuk ke gawang M Ridho.

Wasit Jerry Elly akhirnya meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Skor tetap imbang 3-3 untuk kedua tim yang membuat laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Skor imbang 3-3 pada waktu normal dan babak tambahan waktu membuat pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.Skor imbang 3-3 pada waktu normal dan babak tambahan waktu membuat pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww/18)
Di babak tambahan waktu, baik Borneo FC dan Sriwijaya FC terlihat berhati-hati dalam menyerang. Kedua tim seperti menyimpan tenaga sembari melihat peluang terbaik untuk melumpuhkan pertahanan lawan.

Namun, dalam dua babak tambahan waktu tidak ada juga gol tambahan yang tercipta. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Di babak adu penalti, dari lima penendang awal, tiga eksekutor sukses sedangkan hanya dua lainnya gagal di tangan kiper Sriwijaya FC Teja Paku Alam. Ketiga pemain yang sukses itu adalah, Lerby Eliandry, Marlon da Silva, dan Azamat Baimatov. Sedangkan dua yang gagal adalah, Julien Faubert dan Srdan Lopicic.

Di kubu Laskar Wong Kito, Makan Konate, Novan Setia, dan Manuchekhr Dzalilov juga sukses. Dua pemain lainnya, Beto dan Alfin berhasil diblok M Ridho.

Namun, Sriwijaya FC lebih beruntung melalui penendang tambahan mereka. Dari tiga penendang tambahan, Hamka Hamzah dan M Nur Iskandar mampu mengecoh M Ridho. Sementara, Borneo FC hanya berhasil melalui Titus Bonai.

Tendangan Zulfiandi dari Sriwijaya FC melambung di atas gawang, sedangkan sepakan Edy Gunawan dan Diego Michiels bisa diblok Teja serta tidak tepat sasaran.

Di pertandingan final yang digelar Minggu (4/3), Sriwijaya FC akan menghadapi Arema FC di Stadion Palaran.

Susunan pemain

Borneo FC: Muhammad Ridho; Diego Michiels, Azamat Baimatov, Leonard Tupamahu, Abdul Rahman; Srdan Lopicic, Julien Faubert, Wahyudi Setiawan; Marlon da Silva, Lerby Eliandry, Sultan Samma.

Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Marckho Sandy Merauje, Mamadou N'Diaye, Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony; Zulfiandi, Makan Konate, Adam Alis; Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves, Manuchekhr Dzhalilov.
(sry)