Sederet pertanyaan mengemuka 100 hari jelang Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli mendatang.
Selain pertanyaan di atas, tampaknya akan muncul pula pertanyaan lain mengenai pemberlakuan Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VAR sudah dipraktikkan di sejumlah liga profesional lain macam Piala FA dan Liga Italia Serie A. (Reuters/Carl Recine) |
Presiden FIFA Gianni Infantino menyambut positif langkah yang diambil IFAB. Bagi Infantino, VAR sudah menjadi bagian dalam sepak bola dan akan membuat pertandingan lebih adil bagi sepak bola dan wasit.
VAR akan digunakan di Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia. (AFP PHOTO / TOSHIFUMI KITAMURA) |
Ketok palu penggunaan VAR di Piala Dunia akan dilakukan dalam pertemuan dewan FIFA yang berlangsung 16 Maret 2018 di Bogota, Kolombia.
Teknologi yang digunakan untuk meminimalkan kesalahan pengambilan keputusan oleh wasit tersebut sudah mulai digunakan dalam beberapa turnamen dan kompetisi di beberapa negara termasuk Inggris, Jerman, dan Italia dalam dua tahun belakangan. Sejak Maret 2016 pula penggunaan VAR diteliti oleh universitas asal Belgia, KU Leuven.
Dalam penggunaannya kelak, IFAB menetapkan VAR akan membantu wasit dalam memastikan gol, penalti, kartu merah, serta memastikan identitas pemain.
Menurut Kepala Inovasi Teknologi FIFA, Johannes Holzmuller, dalam Piala Dunia nanti rencananya seluruh penonton di stadion dapat melihat rekaman video yang menjadi dasar keputusan wasit mengambil keputusan.
Jika FIFA benar menerapkan teknologi VAR di Piala Dunia, maka pertanyaan menjelang perhelatan akbar empat tahunan itu akan bertambah: Apakah VAR akan menyudahi kontroversi-kontroversi di Piala Dunia atau akan menimbulkan problem baru?
Jawabannya tentu bisa kita lihat pada rentetan pertandingan di gelaran Piala Dunia di negeri Beruang Merah Juni nanti. (har)
VAR sudah dipraktikkan di sejumlah liga profesional lain macam Piala FA dan Liga Italia Serie A. (Reuters/Carl Recine)
VAR akan digunakan di Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia. (AFP PHOTO / TOSHIFUMI KITAMURA)