Setelah tertinggal jauh dari Barcelona di La Liga dan tumbang di Copa del Rey, Madrid dihadapkan pada raksasa Perancis di Liga Champions. Ujian yang tidak mudah bagi skuat Los Blancos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Real Madrid bekerja sebagai satu tim ketika mengalahkan PSG di leg kedua perdelapan final Liga Champions. (REUTERS/Charles Platiau) |
Formasi pun sedikit berubah. Jika di Santiago Bernabeu, Isco didorong maju mendekati Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, maka di leg kedua empat gelandang Madrid bermain sejajar.
Kuartet Lucas Vazquez, Casemiro, Mateo Kovacic, dan Marco Asensio yang menjadi pengisi ruang kendali permainan di lini tengah melakukan tugas dengan baik. Casemiro dan Kovacic mampu menjadi tembok pertama Madrid sebelum para pemain PSG masuk ke area pertahanan Los Merengues.
Lucas Vazquez menjadi pilihan alternatif bagi Zinedine Zidane di lini tengah Real Madrid. (REUTERS/Sergio Perez) |
Kerja keras Vazquez dan Asensio membongkar pertahanan lawan tercatat jelas dalam statistik yang dirilis whoscored. Sebanyak 33 persen serangan Madrid berlangsung dari sisi kanan, dan 39 persen berada di sisi kiri.
Peran kedua pemain itu terlihat jelas dalam merancang gol pertama yang dicetak Ronaldo. Sliding tackle dari Vazquez juga menjadi awal serangan Madrid yang diakhiri gol Casemiro.
Real Madrid melaju ke babak perempat final Liga Champions 2017/2018. (REUTERS/Alkis Konstantinidis) |
Dua pergantian pemain yang dilakukan Zidane di lini tengah, Kroos untuk Kovacic di menit ke-71 dan Isco untuk Asensio di menit ke-82, juga memiliki pengaruh positif setidaknya untuk mempertahankan keunggulan skor.
Real Madrid bekerja sebagai satu tim ketika mengalahkan PSG di leg kedua perdelapan final Liga Champions. (REUTERS/Charles Platiau)
Lucas Vazquez menjadi pilihan alternatif bagi Zinedine Zidane di lini tengah Real Madrid. (REUTERS/Sergio Perez)
Real Madrid melaju ke babak perempat final Liga Champions 2017/2018. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)