Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Raden Isnanta membenarkan kepergian Egy tersebut kepada CNNIndonesia.com.
Lihat juga:Barcelona Takut Kehilangan Lionel Messi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Isnanta mengabarkan Egy berniat menandatangani kontrak di Eropa. Akan tetapi, ia meniali segala sesuatunya masih dapat berubah berdasarkan perkembangan yang terjadi di sana.
Egy Maulana Vikri bertolak ke Eropa bersama Duzan Bogdanovic dan Subagja. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Sementara itu, menurut Menpora Imam Nahrawi kepergian ke Polandia merupakan kesempatan pertama bagi Egy untuk memastikan bahwa dia harus diterima di Eropa. Egy, lanjutnya, harus tampil beda dan pada saatnya dia harus memastikan bermain di klub yang dia cita-citakan.
"Di Eropa ini kan hanya batu loncatan bagi di untuk melihat suasana, kemudian kultur ya. Pada ujungnya, saya berharap bahwa dia layak bermain di klub-klub besar Eropa," ujar Imam.
Menpora Imam Nahrawi yakin Egy Maulana Vikri bisa bermain di klub-klub besar Eropa. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) |
Imam yakin ilmu sepak bola Egy bisa sebanding dengan pemain-pemain negara lain lain.
Egy Maulana Vikri bertolak ke Eropa bersama Duzan Bogdanovic dan Subagja. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Menpora Imam Nahrawi yakin Egy Maulana Vikri bisa bermain di klub-klub besar Eropa. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)