Langkah Egy disebut mirip seperti yang pernah dirasakannya pada 1990 ketika magang di salah satu klub sepak bola terbesar di Republik Ceko, Sparta Praha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilmaizar (tengah) memiliki pengalaman di Eropa Tengah pada tahun 1990. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf) |
"Jadi, adaptasi agak sedikit harus menyesuaikan karena rutinitas pertandingan yang setiap pekan belum pernah dirasakan. Bagaimana ia harus menjaga kebugaran, recovery tubuhnya sehingga puncak performanya ada setiap minggu. Itu yang harus dijaga," jelas pelatih 48 tahun itu.
Selain adaptasi di atas lapangan, Nilmaizar juga berharap Egy dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan di Eropa yang berbeda dengan Indonesia.
Egy Maulana Vikri naik daun pada 2017 ketika memperkuat Timnas Indonesia U-19. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
"Apa yang dibuat Egy ini luar biasa buat anak muda Indonesia. Ada pengalaman luar biasa dan pikirannya jadi lebih luas soal sepak bola, secara tim maupun personal," ugkapnya.
Nilmaizar berharap bakal lebih banyak pesepakbola muda Indonesia yang mengikuti jejak Egy ke Eropa untuk perkembangan sepak bola dalam negeri di masa depan.
"Jadi kalau dibutuhkan timnas bisa transfer ilmu, taktik dan teknik untuk dibawa ke Indonesia. Efeknya akan pengaruh ke sepak bola Indonesia pada umumnya. Terutama cara berpikir jadi lebih luas, cara bersikap dan bisa jadi contoh," bebernya. (nva/jun)
Nilmaizar (tengah) memiliki pengalaman di Eropa Tengah pada tahun 1990. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Egy Maulana Vikri naik daun pada 2017 ketika memperkuat Timnas Indonesia U-19. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)