Kevin/Marcus berhasil memenangi All England musim lalu dan prestasi mereka sejak itu terus melejit. Kini Kevin/Marcus adalah ganda putra terbaik di dunia dan berhak atas posisi nomor satu dalam daftar peringkat BWF.
Lihat juga:Khawatir Beban di Pundak Egy Maulana |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merugikan untuk semua pemain, khususnya ganda. Kita harus mencari solusinya, jangan sampai terlalu lama menyalahkan aturan baru ini. Aturan ini harus dijalani dan kita harus beradaptasi."
Dengan Kevin/Marcus tak bermain di Jerman Terbuka, Herry IP sudah mengantisipasi hal tersebut dengan mendatangkan hakim servis ke pelatnas Cipayung untuk mengawasi servis Kevin/Marcus selama latihan.
"Bila servis Kevin/Marcus aman, saya rasa tidak terlalu ada kendala di All England. Sebelum berangkat ke Jerman, kami sudah tiga kali mendatangkan hakim servis ke pelatnas untuk menilai servis Kevin/Marcus dan hasilnya aman. Marcus 1-2 kali fault dan hal itu masih normal karena sebelumnya mereka juga terkena 1-2 fault, terutama Kevin."
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalami masalah servis di final Jerman Terbuka. (Foto: dok. PBSI) |
Herry sendiri menyayangkan penerapan aturan baru servis tidak dilengkapi alat kontrol yang canggih.
"Jadi yang menentukan itu hakim servis, dan peluang terjadinya human error juga besar. Kalau perlu ada hawk eye, jadi bila dinyatakan salah, pemain bisa melakukan challenge dengan bukti yang jelas karena ada rekaman, otentik, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini nantinya bisa lebih adil (bagi semua pemain)."
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalami masalah servis di final Jerman Terbuka. (Foto: dok. PBSI)