Arsenal yang memulai laga dengan formasi yang menumpuk gelandang dan hanya menyisakan seorang Danny Welbeck sendirian di depan, mencoba menguasai pertandingan dengan penguasaan bolanya. Sementara AC Milan coba memanfaatkan sisi sayap untuk menekan.
Keunggulan Arsenal tampak dari penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen milik Milan. Selain itu, The Gunners unggul tendangan ke arah gawang sebanyak sembilan, berbanding tiga shots on target Milan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AC Milan Masih Tak Terkalahkan di 2018 |
Milan akhirnya membobol gawang Arsenal melalui tendangan jarak jauh Hakan Calhanoglu pada menit 35. Menerima sodoran dari Rodriguez, pemain Turki ini sedikit mengontrol bola untuk kemudian mengeluarkan tendangan mematikannya. Bola meluncur deras ke arah pojok atas kiri gawang. Kiper David Ospina tak mampu menggapainya.
Dari tayangan ulang televisi, kontak pemain Milan itu minim kepada penyerang Arsenal tersebut. Welbeck yang menjadi algojo kemudian berhasil mengecoh Donnarumma. Tak ada gol tambahan tercipta hingga babak pertama habis dan skor imbang 1-1 bertahan.
Pada babak kedua, Arsenal memiliki sejumlah peluang dari Aaron Ramsey. Donnarumma masih menunjukkan ketangguhannya.
Menit 71, gawang Donnarumma kembali bergetar. Menerima umpan dari Ramsey, Xhaka beraksi. Tendangan jarak jauh kaki kirinya ke pojok kiri bawah gawang berhasil diblok. Namun, bola tetap meluncur ke sisi kanan gawang. 2-1 Arsenal memimpin.
Bola melambung ada di jalur Welbeck. Donnaruma tak kuasa menjangkau tandukan eks pemain Manchester United itu. Gol tersebut jadi yang terakhir di pertandingan ini.
Sebelumnya, Milan berharap bisa membalikan keadaan setelah kalah 2-0 di San Siro pada leg pertama. Dengan kekalahan di leg kedua ini, secara keseluruhan AC Milan harus mengakui keunggulan Arsenal 1-5. (arh)