Riko Simanjuntak, Rambut Mohawk, dan Iwan Fals

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Jumat, 23/03/2018 13:55 WIB
Riko Simanjuntak, Rambut Mohawk, dan Iwan Fals Riko Simanjuntak sengaja memilih gaya rambut mohawk untuk meningkatkan kepercayaan diri di lapangan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak sulit untuk mengenali sosok winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak. Selain punya postur mungil dan kecepatan tinggi, pemain yang satu ini punya potongan rambut khas bergaya mohawk.

Pilihan rambut mohawk bukan karena terinspirasi suku Indian atau gaya penikmat musik sekaligus ideologi punk, tapi hanya sekadar motivasi diri di lapangan.

"Gaya ini supaya kelihatan garang karakternya. Apalagi saya (tubuhnya) kecil, setidaknya orang lihat rambut saya macam gimana gitu," kata Riko kepada CNNIndonesia.com, belum lama ini.


Riko menyebut pernah memangkas rambutnya dengan model serupa ketika masih berseragam Semen Padang. Setelah hampir setahun berbeda gaya rambut, kini ia rindu menggunakan style mohawk di Persija.

"Biar kelihatan lagi garangnya. Tapi, saya tidak pernah diwarnai karena rambut saya tipis dan mudah rontok, jadi takut habis rambutnya nanti," ungkapnya sambil berseloroh.

Riko Simanjuntak jadi andalan Persija Jakarta musim ini.Riko Simanjuntak jadi andalan Persija Jakarta musim ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Rambut mohawk juga bukan berarti menandakan Riko senang dengan aliran musik punk. Justru ia mengidolakan sosok Iwan Fals, penyanyi legendaris yang digadang sebagai Bob Dylan versi Indonesia.

Sejumlah lirik lagu Iwan Fals dianggap sangat mengena dengan sendi kehidupan Riko. Namun, yang paling tak terlupakan adalah lagu berjudul "Ibu".

Bagi Riko, ibunya adalah sosok perempuan tangguh yang amat berperan membentuk karakternya hingga saat ini. Ia bahkan rutin berbincang dengan sang ibu menjelang pertandingan.

"Kalau kangen, sebelum pertandingan saya video call dulu. Sehari dua kali video call itu pasti. Setiap pertandingan saya telepon orang tua untuk membuat lebih semangat dan motivasi. Apalagi buat orang batak, orang tua itu nomor satu," ujarnya. (jun/bac)