Setelah berkutat dengan masalah elektronik dan ban pada masa pramusim, Rossi berhasil naik podium di Losail meskipun start dari posisi kedelapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di saat balapan saya katakan, 'kami akan lakukan segalanya untuk melaju kencang'. Dan ternyata bannya bisa bertahan. Jika tidak, maka selamat tinggal," sambung Rossi.
Valentino Rossi (kanan) menempati podium MotoGP Qatar 2018 bersama Andrea Dovizioso dan Marc Marquez. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR) |
"Kami telah melakukan langkah yang baik di saat pemanasan. Kami memperbaiki daya tarik motor di tikungan dan saya juga berpikir kami telah bekerja menyempurnakan bagian elektronik," ucap pebalap yang terakhir menjadi juara pada tahun 2009.
Berdasarkan pengalaman panjangnya berlaga di MotoGP, Rossi memprediksi hasil balapan di seri kedua yang berlangsung di Argentina akan berbeda dengan apa yang telah terjadi di Qatar.
Valentino Rossi menempati peringkat kedua pada balapan MotoGP Argentina tahun lalu. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR) |
Menurutnya salah satu perbedaan yang membuat hasil masing-masing balapan akan berbeda adalah setelan ban yang digunakan para pebalap untuk menyesuaikan jenis mesin motor yang ditunggangi.
Lihat juga:Persib Kehabisan Bensin di Babak Kedua |
"Jadi itu semua tergantung dari pabrik bukan dari gaya membalap. Saya pernah mencoba ban keras di depan, tapi itu membuat saya lamban," pungkasnya. (bac)
Valentino Rossi (kanan) menempati podium MotoGP Qatar 2018 bersama Andrea Dovizioso dan Marc Marquez. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR)
Valentino Rossi menempati peringkat kedua pada balapan MotoGP Argentina tahun lalu. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR)