Menpora: Konflik Pemain Persija vs Viking Jangan Diperpanjang
Titi Fajriyah | CNN Indonesia
Kamis, 29 Mar 2018 17:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengimbau agar kasus video viral pemain Persija Jakarta yang menyinggung suporter Persib Bandung, tidak diperpanjang.
Imam menyarankan pihak-pihak terkait memilih jalur kekeluargaan. Terutama setelah pemain Persija secara resmi sudah meminta maaf kepada Persib khususnya kelompok suporter Viking.
"Menurut saya jangan dibawa ke ranah hukum. Selesaikan secara kekeluargaan, secara baik. Toh, pemilik Persib dan Persija berteman, ya kan? Temenan baik bahkan," kata Imam di Kantor Kemenpora, Kamis (29/3).
Sebelumnya, beredar video yang melibatkan Gunawan Dwi Cahyo, Riko Simanjuntak, dan Achmad Syaifullah. Semula Riko memainkan gitar untuk mengiringi Achmad dan Gunawan menyanyikan mars The Jakmania berjudul "Satu Jiwa".
Namun, terdengar nada sumbang "Viking A**ing" di pengujung lagu. Tak jelas siapa yang melontarkan kata-kata tak pantas tersebut. Namun, video berdurasi 24 detik itu sudah kadung viral di media sosial.
Perlakuan para pemain Persija lantas mendapat reaksi keras dari Viking. Dirigen Viking, Yana Umar, dengan tegas mengatakan bakal menempuh jalur hukum.
Imam berharap PSSI segera memanggil pihak-pihak yang berkepentingan agar tidak meluas dan berpotensi terulang di kemudian hari.
Pria asal Bangkalan itu juga yakin kasus ini tidak akan mempengaruhi keharmonisan yang sudah dibangun antara Viking dan Jakmania sejauh ini.
"Mungkin (pemain) tidak sengaja. Tapi, ya inilah risiko sosial media. Seperti halnya kita ngobrol berdua tapi kalau ada yang merekam, terus diviralkan bisa jadi ramai. Padahal, konteksnya bisa saja bercanda," terang Imam.
Lihat Juga: Valentino Rossi Semakin Mesra dengan Mantan Gadis Payung
Imam menambahkan, dampak dari media sosial ini yang sudah sepatutnya disadari semua pihak. Bukan tidak mungkin, pihak yang merasa dirugikan saat ini bisa melakukan kesalahan serupa di kemudian hari.
"Dari situlah kita harus berbesar hati, saling memaafkan, saling memaklumi. Itulah indonesia. Tidak usah diperpanjang. Pemilik Persija sama Persib berteman dekat kok," ungkapnya. (jun/bac)
Imam menyarankan pihak-pihak terkait memilih jalur kekeluargaan. Terutama setelah pemain Persija secara resmi sudah meminta maaf kepada Persib khususnya kelompok suporter Viking.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riko Simanjuntak menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam video penghinaan suporter Persib Bandung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Imam berharap PSSI segera memanggil pihak-pihak yang berkepentingan agar tidak meluas dan berpotensi terulang di kemudian hari.
Viking sempat berjanji menempuh jalur hukum. (CNN Indonesia/HYG) |
"Mungkin (pemain) tidak sengaja. Tapi, ya inilah risiko sosial media. Seperti halnya kita ngobrol berdua tapi kalau ada yang merekam, terus diviralkan bisa jadi ramai. Padahal, konteksnya bisa saja bercanda," terang Imam.
Lihat Juga: Valentino Rossi Semakin Mesra dengan Mantan Gadis Payung
Imam menambahkan, dampak dari media sosial ini yang sudah sepatutnya disadari semua pihak. Bukan tidak mungkin, pihak yang merasa dirugikan saat ini bisa melakukan kesalahan serupa di kemudian hari.
"Dari situlah kita harus berbesar hati, saling memaafkan, saling memaklumi. Itulah indonesia. Tidak usah diperpanjang. Pemilik Persija sama Persib berteman dekat kok," ungkapnya. (jun/bac)
Riko Simanjuntak menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam video penghinaan suporter Persib Bandung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Viking sempat berjanji menempuh jalur hukum. (CNN Indonesia/HYG)