Skandal jaringan seksual di salah satu klub sepak bola paling bergengsi dan paling sukses di Argentina ini mengemuka setelah pesepakbola berusia 17 tahun mengatakan kepada psikolog bahwa dia dan rekannya yang berusia 19 tahun didorong untuk menjual diri kepada lelaki dewasa di Buenos Aires.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mengizinkan saya mengumumkan bahwa mereka pernah ditawari untuk melakukan itu dengan iming-iming sepatu atau pakaian dalam," kata Garibaldi seperti dikutip oleh AFP.
Menurut Garibaldi kemungkinan masih ada jaringan prostitusi anak di bawah umur yang beroperasi di klub sepak bola lain.
"Sayangnya hal itu bukan hal yang mengejutkan bagi saya," kata Ariel Holan pelatih Independiente.
"Itu adalah kegiatan tersembunyi dan satu masalah dalam masyarakat seperti narkoba, alkohol dan perdagangan manusia.
"Ini bukan masalah yang hanya terjadi di dunia olahraga atau di Independiente saja."
Pesepakbola muda Argentina diiming-imingi sepatu. (Foto: Thinkstock/shironosov) |
Andreas Bonicalzi, pengacara dari yayasan bagi korban pemerkosaan, mengatakan bahwa para pemain muda di tempat terpencil negara itu memang rentan untuk menjadi korban eksploitasi.
Dia menjelaskan lokasi yang jauh dari Buenos Aires dan juga terpisah dari keluarga merupakan faktor penyebabnya.
"Mereka memandang klub sebagai junjungan, mereka melihatnya sebagai sosok 'ayah'. Mereka sendiri tinggal jauh dari ayah mereka."
"(Pelaku) memanfaatkan ketidakdewasaan mereka dan anak-anak ini merasa perlu menjadi bagian dari sesuatu," kata Bonicalzi.
Independiente adalah klub tersukses keempat dalam sejarah sepak bola Argentina. Klub ini 16 kali juara nasional, hanya kalah dari River Plate (36 kali), Boca Juniors (32), dan Racing (17 kali). Klub ini juga pernah memenangkan Copa Libertadores sebanyak tujuh kali dengan catatan tidak pernah kalah di final.
Lihat juga:Cerita Lucu Dua Bocah Sembah Mohamed Salah |
Pesepakbola muda Argentina diiming-imingi sepatu. (Foto: Thinkstock/shironosov)