Fans dengan kaos hitam dan putih berhamburan ke dalam stadion, bersorak sembari menggenggam kaleng bir. Ini menjadi pemandangan biasa di kalangan suporter sepak bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dealtry spontan menjerit dan berkata di hadapan kamera "Itu tidak keren, saya benar-benar tidak membutuhkan itu. Tapi itu terjadi," ungkapnya seperti dikutip CNN.com.
[Gambas:Twitter]
Malam itu, Dealtry menulis tentang insiden di halaman Facebook dengan mengunggah cuplikan video ketika dirinya dicium oleh suporter.
"Saya selalu menjadi seorang reporter yang suka merayakan kemenangan dengan para fans olah raga. Saya tidak terganggu oleh orang-orang yang menyipratkan saya dengan bir, melompat di sekeliling saya, atau menginjak kaki saya. Tapi hari ini saya mengalami langsung risiko yang dirasakan oleh banyak wanita di stadion, di kereta bawah tanah, bahkan berjalan di jalan," tulisnya panjang dalam laman Facebook.
"Saya dicium di bibir tanpa izin ketika sedang melakukan pekerjaan saja. Saya tidak tahu bagaimana harus bereaksi dan tidak dapat memahami bagaimana seseorang bisa berpikir bahwa mereka berhak bertindak seperti itu," tambahnya.
Vasco da Gama sendiri menelan kekalahan 0-1 dari Universidad Chile pada laga yang dihelat pada 14 Maret 2018. Sementara sang jurnalis baru menuliskan kronologi kejadian yang tak menyenangkan di laman Facebook-nya setelah dua pekan kemudian dan menjadi viral. (jun)