Kondisi itu membuat Vinales merasa sulit untuk bersaing menuju gelar juara MotoGP 2018. Pebalap asal Spanyol itu mengklaim masih kesulitan menyatu dengan motor Yamaha M1 di musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Motor ini [Yamaha M1] sebetulnya memiliki tingkat pengereman dan kecepatan pada tikungan yang sangat bagus. Akan tetapi ketika saya coba akselerasi, rasanya sangat sulit karena pebalap lainnya sudah pada tingkatan yang lebih tinggi dalam hal ini," katanya menambahkan.
Sistem elektronik di motor M1 belum sesuai dengan keinginan Vinales. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR) |
"Sistem elektronik motor juga tidak pada tingkatan yang saya inginkan. Kondisi motor ini pada lintasan basah sama dengan tahun lalu. Tahun lalu, motor ini sangat bagus ketika mengerem dan beraksi dalam tikungan," ucap Vinales.
"Namun ketika digas, rasanya motor ini menjadi motor yang berbeda. Jadi kami memiliki persoalan yang sama sekarang," ucapnya melanjutkan.
"Namun waktu yang kami miliki untuk memperbaiki semuanya sedikit. Belum lagi kondisi lintasan yang setengah basah dan kering. Kami tidak mungkin mempersiapkan dua motor untuk mengantisipasi kecelakaan," ujar Vinales.
Vinales sebut motor Yamaha M1 sulit berakselerasi di lintasan basah. (REUTERS/Susana Vera) |
Mengenai MotoGP Argentina, Vinales mengharapkan balapan di lintasan yang kering. Di kondisi lintasan yang seperti itu, ia merasa lebih kuat.
"Saya bisa bersaing untuk merebut tempat di podium jika tampil di lintasan kering. Tapi jika lintasannya basah, meraih tempat di podium merupakan hal yang mustahil," tutur Vinales.
Sistem elektronik di motor M1 belum sesuai dengan keinginan Vinales. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR)
Vinales sebut motor Yamaha M1 sulit berakselerasi di lintasan basah. (REUTERS/Susana Vera)