Cikal, Bocah Krui Mengejar Mimpi dalam Gulungan Ombak

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Minggu, 15/04/2018 16:35 WIB
Cikal, Bocah Krui Mengejar Mimpi dalam Gulungan Ombak Cikal Richie Abiyasa Nur tak lelah berlatih demi impian menjadi atlet selancar kelas dunia. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Lampung, CNN Indonesia -- Tubuhnya hitam, kecil mungil. Umurnya memang baru 12 tahun, tapi nyali Cikal Richie Abiyasa Nur membelah ombak di tengah lautan patut diacungi jempol.

Cikal bukan berasal dari keluarga peselancar. Ayahnya seorang penjaga hotel, sedangkan ibunya adalah penjual makanan di daerah Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Tinggal di pinggir pantai membuat Cikal sering melihat orang-orang berlatih selancar. Tak terkecuali, para wisatawan asing yang kebanyakan berasal dari Australia menjajal keganasan ombak di wilayah Labuan Jukung di Pesisir Barat, Lampung.


Baru setahun terakhir Cikal belajar mengendalikan papan selancar secara autodidak setelah pertama kali diperkenalkan oleh seorang bule asal Australia.

Cikal, Bocah Krui yang Mengejar Mimpi dalam Gulungan OmbakCikal Richie Abiyasa Nur (kanan) bermimpi menjadi atlet selancar. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jatuh tenggelam, tergores karang sampai luka sudah pernah dirasakan Cikal. Tapi, itu tak membuat kapok untuk terus berpacu di atas papan seluncurnya di tengah lautan menghadapi gulungan ombak yang tingginya bisa mencapai enam meter.

"Kemarin baru luka, jatuh kena karang waktu surfing (sambil menunjuk bahu kanannya). Kata ibu, rasakan saja biar jadi biasa," kata Cikal bercerita soal lukanya.

Dibalik tubuh yang mungil, anak kelas 6 SD itu punya mimpi besar menjadi seperti John John Florence, atlet surfing terkenal asal Australia.

Motivasi itu terus membakar semangatnya untuk terus belatih. Setiap hari, sepulang sekolah ia rehat sejenak sebelum mulai menari di atas air bersama papan selancarnya menjelang sore sampai matahari tenggelam.

Cikal saat ditemui Menpora RI Imam Nahrawi di Krui, Lampung. (Cikal saat ditemui Menpora RI Imam Nahrawi di Krui, Lampung. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
"Cita-cita saya mau jadi atlet surfing karena itu menantang. Kalau jadi atlet, saya bisa dikenal dan bisa buat bangga banyak orang," ungkap Cikal.

Cikal pun sempat menceritakan keinginannya kepada Menpora Imam Nahrawi yang tengah berkunjung untuk membuka Kejuaraan Selancar Internasional Krui Pro 2018 di Pantai Tanjung Setia, Sabtu (14/4).

Lucunya, ketika ditanya wartawan yang hadir di lokasi siapa sosok yang menyapanya usai latihan surfing, Cikal tidak mengetahui kalau itu adalah Menpora.

"Siapa ya? Enggak tahu saya. Kalau Bupati saya tahu, Agus Istiqlal. Kalau yang itu (sambil menunjuk Menpora), saya enggak tahu siapa," jawab Cikal dengan wajah polos.

Cikal, Bocah Krui yang Mengejar Mimpi dalam Gulungan Ombak
Imam berpesan agar Cikal terus berlatih untuk bisa mewujudkan cita-citanya itu. Terlebih, Krui memiliki potensi besar untuk mencetak atlet surfing terbaik dengan kategori ombak yang paling dicari.

Krui menjadi satu dari tiga pantai di Indonesia yang bisa menggelar seri kejuaraan dunia surfing level QS 1500 selain Mentawai dan Bali dengan ombak yang banyak dicari surfer dunia.

"Kamu harus terus berlatih, kalau ada kejuaraan ikut supaya kamu bisa tunjukkan kemampuanmu dan bisa buat bangga Indonesia," pesan Imam. (bac)