Zidane Kesal Madrid Dianggap Seperti Perampok

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Minggu, 15/04/2018 02:20 WIB
Zidane Kesal Madrid Dianggap Seperti Perampok Dalam tiga musim beruntun Zinedine Zidane membawa Real Madrid ke semifinal Liga Champions. (REUTERS/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane merasa terganggu dengan anggapan yang menyebut keberhasilan anak asuhnya melaju ke semifinal Liga Champions seperti perampokan.

Leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (12/4) diwarnai kontroversi.

Ketika Juventus berhasil menyamakan skor agregat menjadi 3-3 berkat dua gol Mario Mandzukic dan sebuah gol Blaise Matuidi, Real Madrid mendapat penalti di menit akhir.


Wasit Michael Oliver menilai Medhi Benatia melanggar Lucas Vazquez, keputusan yang membuat para pemain Bianconeri melakukan protes sekaligus membuat Gianluigi Buffon berang dan mendapat kartu merah.

Cristiano Ronaldo menjadi eksekutor penalti penentu kelolosan Real Madrid ke semifinal Liga Champions.Cristiano Ronaldo menjadi eksekutor penalti penentu kelolosan Real Madrid ke semifinal Liga Champions. (REUTERS/Susana Vera)
Tendangan penalti yang dilakukan Cristiano Ronaldo berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 sekaligus membuat Madrid unggul 4-3 secara keseluruhan.

"Saya merasa kesal jika itu disebut perampokan. Tidak ada yang dapat mengubah sejarah klub ini karena ini adalah klub terbaik di dunia dan Anda kemudian akan cemburu. Itu adalah penalti dan saya tidak tahu apa yang dibicarakan," kata Zidane dilansir Marca.

Zidane Kesal Madrid Dianggap Seperti Perampok
Setelah melewati adangan Juventus, pemilik 12 gelar Liga Champions itu akan bertemu Bayern Munchen di babak semifinal yang akan berlangsung 26 April dan 2 Mei.

Menurut Zidane perbandingan kekuatan kedua kesebelasan cukup berimbang dan Munchen berpotensi menyulitkan ambisi Madrid meraih trofi 'Si Kuping Besar' yang ketiga secara beruntun.

"Ini 50-50, meskipun kami akan menjadi tamu di leg pertama. Mereka lebih baik tahun ini karena mereka mampu berkompetisi dengan baik. Sebagai sebuah klub kami tahu mereka dan sebagai sebuah tim mereka akan menyulitkan kami," jelas mantan pemain Madrid itu.

Zidane yang menjadi pelatih Madrid pada awal 2016 sukses mengantar Los Blancos meraih gelar Liga Champions pada dua musim beruntun sekaligus membuat rekor sebagai tim pertama yang meraih gelar secara berturut-turut setelah format dan nama kompetisi berubah pada 1992. (nva)