Dalam wawancara khusus dengan Crash.net, Rossi menegaskan belum mau bicara empat mata dengan Marquez untuk meredakan tensi seperti yang pernah dilakukan pebalap legendaris Formula One (F1), Ayrton Senna dan Alain Prost pada 1990.
Konflik antara mendiang Senna dan Prost usai insiden tabrakan di F1 GP Jepang 1990 itu berakhir setelah keduanya dipertemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rossi tampaknya masih kesal dengan Marquez yang menabraknya hingga sempat terjatuh di Tikungan 13 pada sisa empat lap lagi di Sirkuit Termas de Rio Hondo.
Valentino Rossi masih kesal usai insiden ditabrak Marc Marquez di Sirkuit Termas de Rio Hondo, dua pekan lalu. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR) |
Ditanya terkait kemungkinan perseteruan kedua pebalap itu bakal berlanjut di MotoGP Amerika Serikat, Minggu (22/8), Rossi juga enggan menanggapinya.
"Saya tidak tahu. Satu hal yang pasti adalah tetap menatap ke depan dan memikirkan balapan pada akhir pekan ini. Amat penting untuk kembali fokus ke trek dan menunggangi motor, berusa membuat kecepatan maksimal, bekerja sama dengan tim."
Rossi juga menegaskan tidak akan menarik kata-kata kebencian terhadap Marquez yang sudah membuatnya kehilangan poin di MotoGP Argentina.
"Saya sudah menyaksikan lagi [tayangan ulang balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo] dan berpikir seperti yang pernah saya katakan di Argentina. Jadi, saya membenarkan semua perkataan saya [tentang Marquez]."
Keseruan rivalitas Rossi vs Marquez di Sirkuit Austin pada balapan MotoGP Amerika akan disiarkan secara live streaming melalui CNNIndonesia.com pada Senin (23/4) dini hari. (bac)
Valentino Rossi masih kesal usai insiden ditabrak Marc Marquez di Sirkuit Termas de Rio Hondo, dua pekan lalu. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR)