Keabadian Tarian Roger Milla di Piala Dunia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 19:46 WIB
Keabadian Tarian Roger Milla di Piala Dunia Roger Milla membuat nama Kamerun dikenal dunia. (AFP PHOTO/ANTONIO SCORZA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak ada yang memprediksi tim nasional Kamerun akan berbicara banyak di Piala Dunia 1990 Italia. Namun Roger Milla dan kawan-kawannya memutarbalikkan semua prediksi yang ada. Sejak saat itu Milla benar-benar mengubah cara pandang dunia terhadap sepak bola Afrika. Goyangan Milla usai mencetak gol kemudian jadi salah satu hal yang sulit dilupakan dalam sejarah Piala Dunia.

Satu grup bersama Argentina, Rumania, dan Uni Soviet, tim nasional Kamerun memulai fase grup dengan cukup mengejutkan. Juara dunia Argentina secara tidak terduga harus mengakui kemenangan tipis Kamerun 1-0 lewat gol Omam Biyik.

Di pertandingan kedua melawan Rumania, Kamerun membuktikan konsistensi mereka dengan meraih kemenangan keduanya dengan skor 2-1. Dua gol Roger Milla membawa "The Indomitable Lion" lolos ke babak 16 besar, meskipun masih menyisakan satu pertandingan grup melawan Uni Soviet yang berakhir dengan kekalahan.


Berjumpa dengan Kolombia di babak 16 besar, sepasang gol Roger Milla di babak perpanjangan waktu menjadi begitu berkesan. Dua gol Milla di menit 106 dan 108 berhasil menjebol gawang Kolombia yang dijaga Rene Higuita. Kemenangan 2-1 atas Kolombia mengantarkan Kamerun mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Aksi Milla makin dikenang lantaran Milla merayakan golnya dengan goyangan khas di sudut lapangan.

Melalui pertandingan yang dramatis, perjuangan impresif Kamerun harus terhenti setelah kekalahan 2-3 dari Inggris memaksa Kamerun mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 1990. Milla yang baru turun di babak kedua memang tidak berhasil mencetak gol di pertandingan ini, namun pelanggaran yang ia terima di area kotak penalti Inggris melahirkan tendangan penalti untuk Kamerun. Emmanuel Kunde mengeksekusinya dengan baik.

Tidak lama berselang, Eugene Kekeke sukses membalikkan keadaan 2-1 untuk Kamerun di menit 65. Namun drama terjadi, dua gol Gary Lineker di menit 83 dan 105 pada akhirnya memupuskan asa Kamerun memperpanjang nafasnya di Piala Dunia 1990. ESPN memasukkan pertandingan Kamerun melawan Inggris tersebut dalam artikelnya "10 Best Moments of Italia '90".

"Kami merasa senang walaupun Inggris menghentikan kami. Kami sangat senang karena kami telah melewati turnamen yang hebat. 1990 adalah memori yang tak terlupakan," ujar Milla kepada FourFourTwo ketika diwawancarai selepas kekalahan 2-3 dari Inggris di perempat final Piala Dunia 1990 di Italia.
Roger Milla tampil mengejutkan di Piala Dunia 1990.Roger Milla tampil mengejutkan di Piala Dunia 1990. (Foto: AFP PHOTO / STAFF)
Meskipun terhenti di perempat final, banyak pihak yang menyanjung penampilan Kamerun. Keberhasilan mereka mencapai perempat final menjadikan Kamerun sebagai negara Afrika pertama yang mampu mencapai perempat final Piala Dunia.

"Pencapaian Kamerun mengubah persepsi dunia kepada sepak bola Afrika," ujar Paula Teixeira, fotografer Piala Dunia 1990 seperti dilansir CNN.

Roger Milla sebagai pemain yang penting bagi Kamerun juga tidak lepas dari sanjungan.

"Bahkan ketika dia di bangku cadangan, dia (Milla) memainkan perannya. Dia menganalisa masalah layaknya pelatih. Selepas pertandingan saya berterimakasih kepadanya. Saya percaya dia punya semacam sistem komputer di kepalanya dan tahu apa yang harus dilakukan. Kami tidak memberinya tugas khusus, kami hanya menyuruhnya bermain seperti layaknya Roger Milla," tutur pelatih Kamerun, Valeri Nopemniachi yang dikutip dari FIFA.com.

Sanjungan belum berhenti di situ. Skuat Kamerun disambut meriah oleh para penggemarnya setibanya dari Italia. Setidaknya kurang lebih 20 ribu orang menyambut mereka di Bandara Douala. Tepuk tangan meriah mengiringi parade Roger Milla dan skuat Kamerun di jalanan ibukota Kolombia.

Tua-tua Keladi

Keberhasilan Kamerun menembus perempat final Piala Dunia 1990 tidak bisa dilepaskan dari peran besar Roger Milla yang berhasil mencetak empat gol.

Torehan golnya tersebut hanya kalah dari pemain Italia Salvatore Schillaci dan pemain Ceko, Tomas Skuhravy di daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1990.

Di samping pencapaian menterengnya tersebut, performa Milla di Piala Dunia 1990 mencatatkan beberapa fakta unik di balik layar.
Keabadian Tarian Roger Milla di Piala DuniaKamerun lolos ke babak perempat final Piala Dunia 1990. ( AFP PHOTO / GERARD FOUET)
Berangkat dari bangku cadangan di pertandingan melawan Rumania, gol Milla di menit ke-76 menjadikan ia sebagai pencetak gol tertua Piala Dunia yakni di usianya yang telah menginjak 38 tahun. Pada saat itu, selebrasi gol Milla dengan menari Makossa di pojok lapangan bermula. Hingga kini, selebrasi unik Milla tersebut masih diingat para penggemar sepak bola. Penampilan gemilangnya di Piala Dunia 1990 membuat Milla dinobatkan sebagai "African Football of The Year".

Di usia yang sudah dibilang tua tersebut, ketika kebanyakan pemain sepak bola sudah pensiun, pesepakbola yang memiliki nama lengkap Albert Roger Mooh Miller itu membuktikan usia bukanlah penghalang untuk menjadi bintang di Piala Dunia.

"Sepak bola bukan hanya permainan fisik. Saya pikir saya pemain yang cerdas, jadi saya pikir saya masih punya kesempatan," ujar Milla kepada FourFourTwo.

Uniknya, sebenarnya Milla telah memutuskan untuk pensiun dari karir internasionalnya pada 1987. Jelang Piala Dunia 1990, Milla baru memutuskan kembali bergabung dengan tim nasional. Di balik keputusannya tersebut, ada sosok yang berpengaruh kembalinya Milla ke tim nasional.

Orang yang meminta Milla kembali ke tim nasional bukanlah orang sembarangan. Dia adalah Presiden Kamerun Paul Biya yang meminta Milla kembali bergabung karena kondisi tim nasional Kamerun saat itu sedang kurang kondusif. Panggilan itu yang kemudian turut menentukan sejarah Kamerun di Piala Dunia 1990.

Belum Habis di Piala Dunia 1994
Empat tahun berselang, Milla menjadi pemain tertua yang bermain di Piala Dunia 1994 Amerika Serika di usianya 42 tahun 39 hari. Rekor tersebut baru pecah 20 tahun kemudian oleh kiper Kolombia, Faryd Mondragon yang bermain di Piala Dunia 2014 di umur 43 tahun 3 hari.

Rekor Milla belum berhenti di situ. Rekor baru terpecahkan ketika pemain yang pernah merumput di Liga Indonesia itu kembali berhasil menjadi pencetak gol tertua di Piala Dunia. Pada saat itu, Milla mencetak gol ke gawang Rusia di penyisihan grup, walaupun Kamerun dipermalukan dengan skor 1-6. Rekor tersebut mempertajam rekor yang telah ia buat di Piala Dunia 1990.

Perjalanan Kamerun di Piala Dunia 1994 harus berakhir di fase grup setelah hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan.

Setelah mengawali debut internasionalnya bersama tim nasional Kamerun pada 1973, Milla benar-benar mengakhiri karir internasionalnya pada akhir 1994 usai laga persahabatan melawan Afrika Selatan.

Roger Milla membuat nama Kamerun dikenal dunia.Roger Milla membuat nama Kamerun dikenal dunia. (Foto: AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)
Sebagai legenda sepak bola Kamerun, Milla telah mencatatkan sebanyak 63 pertandingan dengan koleksi 37 gol bersama tim nasional. Piala Dunia 1982, 1990, dan 1994 yang ia ikuti menjadikan Milla sebagai pemain Afrika pertama yang tampil di tiga edisi Piala Dunia.

Keabadian Tarian Roger Milla di Piala Dunia
Memori kesuksesan Kamerun di Piala Dunia 1990 menjadi pencapaian terbaik Milla. Sukses Milla dan Kamerun juga merupakan sejarah sepak bola Afrika dan dunia. Seiring dengan kesuksesan itu, tarian Milla di sudut lapangan abadi di dalamnya.
(ptr)