Duel kedua tim berlangsung sengit di sepanjang babak pertama. Timnas Indonesia tetap bermain dengan ciri khasnya, yakni permainan cepat lewat kedua sayap. Sementara Uzbekistan lebih berani mengatur tempo permainan dan menerapkan umpan pendek di lapangan tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Septian David Maulana gagal mencetak gol lewat titik putih. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Timnas Indonesia terus melancarkan serangan di babak kedua. Hanya saja barisan lini depan belum bisa tampil efisien. Febri Hariyadi, Septian David, maupun Osvaldo Haay lebih sering melakukan tembakan dari luar kotak penalti daripada melancarkan umpan satu-dua di dalam kotak penalti.
Uzbekistan memiliki peluang emas tendangan bebas Nuzulloev Sukhrob di menit ke-60. Namun, tembakannya masih membentur tiang gawang sebelah kanan Timnas Indonesia.
Tensi pertandingan memanas di babak kedua. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Tensi pertandingan mulai meninggi dan memicu cekcok antarpemain. Beruntung wasit masih bisa meredam selisih paham di antara pemain yang sudah mulai keletihan.
Hasil ini membuat Timnas Indonesia terpuruk di peringkat ketiga klasemen akhir tanpa pernah meraih kemenangan. Sementara Bahrain sukses meraih gelar usai mengalahkan Korea Utara 4-1 di laga pamungkas.
Susunan Pemain
Timnas Indonesia: Andritany Ardhiyasa (Awan Setho, 7'); I Putu Gede, Hansamu Yama, Ricky Fajrin, Bagas Adi; Osvaldo Haay, Muhammad Hargiyanto; Septian David, Febri Hariyadi, Zulfiandi; Lerby Eliandry.
Timnas Bahrain: Ergashev Umidion; Alijonov Khojiakbar, Mukhitdinov Sharof, Nazrullaev Donivorjon, Gofurov Husniddin; Tukhtasinov Nusrillo, Kenjabaev Islom, Nurulloev Sukhrob, Amonov Azizbek; Sidorov Andrey, Nazrulaev Doniyorjon. (jun)
Septian David Maulana gagal mencetak gol lewat titik putih. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tensi pertandingan memanas di babak kedua. (CNN Indonesia/Andry Novelino)