Marcus Gideon mengubah gaya rambutnya sebelum bertanding di turnamen bergengsi Piala Thomas 2018 yang akan berlangsung di bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto tersebut kini disukai sekitar 10 ribu akun dengan ratusan komentar. Salah satu komentar dari akun @mahar.defy, yang menyebut Marcus lebih mirip dengan sosok Ustaz Felix Siauw - mualaf keturunan China.
Marcus optimistis menghadapi Kanada di laga perdana Piala Thomas 2018. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) |
Marcus pun mengaku tidak ada inspirasi khusus dari keputusan untuk menggunduli kepalanya. "Ya tidak apa-apa, buat bawa piala kan biar muat. Biar tidak stres persiapan Thomas," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, Marcus mengaku sudah menjalani persiapan yang bagus jelang Piala Thomas. Semua pemain Indonesia menurut Marcus pun sudah siap untuk turnamen dua tahunan itu.
Tim Thomas Indonesia akan berhadapan dengan Kanada di laga perdana Piala Thomas 2018 pada 20 Mei mendatang. Terkait laga perdana di Pila Thomas tersebut, Marcus optimistis dan merasa Indonesia berada di atas angin.
"Lawan Kanada di pertandingan pertama pasti kami lebih di atas mereka lah, jauh. Paling yang agak berat lawan Korea Selatan dan Thailand, kekuatan mereka cukup merata," ujar Marcus.
Ketua tim kontingen Thomas-Uber Indonesia, Achmad Budiharto, menilai persiapan timnya sudah mencapai 95 persen. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Sementara itu Ketua Kontingan Tim Thomas-Uber Indonesia, Achmad Budiharto, mengabarkan timnya akan berangkat pada 16 Mei. Secara persiapan, ucapnya, kekuatan Indonesia sudah mencapai 95 persen.
Lihat juga:Rossi Tak Mau Yamaha 'Buang' MotoGP 2018 |
"Tim dalam kondisi yang baik semua, sehat, siap tempur, mudah-mudahan dengan kondisi mental dan fisik yang baik," tutur Budi. (sry/ptr)
Marcus optimistis menghadapi Kanada di laga perdana Piala Thomas 2018. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Ketua tim kontingen Thomas-Uber Indonesia, Achmad Budiharto, menilai persiapan timnya sudah mencapai 95 persen. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)