Sejumlah media mengabarkan, Rossi terlihat kesal dan membentak-bentak ofisial tim Yamaha setelah ia gagal naik podium. The Doctor saat itu harus puas finis di posisi kelima, meski mendapat kesempatan besar berada di posisi tiga terdepan setelah kecelakaan yang dialami Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Andrea Dovizioso.
Rossi dikabarkan kesal dan sudah tidak tahan lagi dengan performa motor M1 yang dianggap tidak mengalami kemajuan signifikan. Namun, ia mengklarifikasi nada bicaranya itu bukan karena marah-marah, melainkan untuk memotivasi tim menjadi lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenyataannya adalah saya hanya menyampaikan situasi [masalah] yang sudah saya ketahui selama beberapa bulan [lalu]," terang Rossi seperti dikutip dari Crash.
Valentino Rossi kecewa hanya mampu finis di posisi kelima pada MotoGP Spanyol. (Foto: REUTERS/Jon Nazca) |
"Saya sangat setuju [mulai kehabisan waktu untuk mengejar titel ke-10]. Posisi saya lebih diburu-buru jika dibandingkan Yamaha."
"Mungkin saja Yamaha masih bisa menjalani balapan hingga 100 tahun lagi dan saya paham betul tidak memiliki banyak waktu. Dengan demikian, saya mencoba menekan untuk memperpendek waktu," tutur The Doctor.
Seri MotoGP berikutnya adalah MotoGP Perancis yang akan berlangsung di Sirkuit Le Mans, 20 Mei mendatang. Seri MotoGP Perancis tersebut bisa disaksikan melalui live streaming di CNNIndonesia.com. (nva)
Valentino Rossi kecewa hanya mampu finis di posisi kelima pada MotoGP Spanyol. (Foto: REUTERS/Jon Nazca)