Berdasarkan keterangan dari akun Instagram PSSI, @pssi_fai, Zulkarnain meninggal pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit Pertamina Pendopo Pali, Palembang, Sumatra Selatan akibat serangan jantung.
[Gambas:Instagram]
Semasa kariernya sebagai pemain, Zulkarnain pernah memperkuat PSMS Medan, Krama Yudha Tiga Berlian, dan Mercu Buana Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry Kiswanto menyebut Zulkarnain Lubis pantas dijuluki Maradona Indonesia. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain) |
Kualitas Zulkarnain yang lahir di Binjai, Sumatra Utara, itu tidak berhenti di level klub. Dia juga menjadi andalan Timnas Indonesia sejak 1982-1987. Salah satunya tampil di Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan, dengan membawa Tim Merah Putih ke semifinal.
Timnas Indonesia saat mengikuti Pra Piala Dunia 1986 diisi pemain-pemain bintang macam Bambang Nurdiansyah, Herry Kiswanto, hingga Marzuki Nyakmad, dengan pelatih Sinyo Aliandoe. Herkis, sapaan akrab Herry Kiswanto, mengakui mantan rekannya itu memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Lihat juga:Deadpool Minta Maaf ke David Beckham |
"Itu gelar yang memberikan bukan wartawan Indonesia, tetapi wartawan dari luar saat membawa Krama Yudha peringkat ketiga Kejuaraan Klub Asia. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, saya kaget tidak menyangka," kata Herkis menambahkan.
(har)
Herry Kiswanto menyebut Zulkarnain Lubis pantas dijuluki Maradona Indonesia. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)