Laga antara Persija melawan Home United bakal berlangsung dalam situasi keamanan yang kurang kondusif. Pasalnya, terjadi ledakan bom di Polrestabes Surabaya sehari sebelum laga tersebut, sehingga menyebabkan Indonesia berstatus siaga 1.
"Mereka [pihak AFC] sudah datang ke sini, pengamanan di Indonesia mungkin yang terbagus di dunia. Di Singapura mungkin hanya ada satu atau dua polisi. Besok (15/5), ribuan polisi mengamankan," kata Gede kepada para awak media di Lapangan A Senayan pada Senin (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persija Jakarta kalah 2-3 dari Home United di leg pertama. (Foto: Dok. Persija) |
Sebanyak 7.000 personel Kepolisian dan TNI akan dikerahkan untuk mengamankan laga Persija lawan Home United. Gede berharap iklim keamanan bisa segera kondusif pada laga tersebut.
"Kami akan tunjukkan ke masyarakat dunia bahwa kami tidak takut, kehidupan tetap berjalan. Kalau takut, mereka [teroris] merajalela. Tolong buat rasa damai dan tenang di masyarakat," ucap Gede.
Persija Jakarta butuh kemenangan 1-0 atau 2-1 untuk lolos ke babak final zona ASEAN Piala AFC. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Setiap menggelar pertandingan, proses perizinannya ada empat tahap: Permohonan ke pengelola Kawasan GBK, dari pihak GBK kemudian ajukan ke Polres, dari Polres ke Polda, dari Polda ke Mabes. Surat dari pihak GBK dan Polres sudah dapat, masih ada dua tahapan lagi" ujar Gede.
Meski demikian, sebelumnya pihak Polda Metro Jaya sudah memberikan pernyataan terkait perizinan tersebut dan tetap memperbolehkan panitia pelaksana untuk menggelar laga itu.
Persija kalah 2-3 pada leg pertama di markas Home United. Dengan situasi tersebut, Macan Kemayoran bisa lolos ke babak final zona ASEAN Piala AFC dengan kemenangan 1-0, 2-1, dan kemenangan dengan selisih dua gol atau lebih. (ptr/jun)
Persija Jakarta kalah 2-3 dari Home United di leg pertama. (Foto: Dok. Persija)
Persija Jakarta butuh kemenangan 1-0 atau 2-1 untuk lolos ke babak final zona ASEAN Piala AFC. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)