Neymar Diklaim Bertahan di Paris Saint-Germain karena Tuchel

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 15:50 WIB
Neymar Diklaim Bertahan di Paris Saint-Germain karena Tuchel Neymar diklaim tertarik dengan gaya main yang akan dibawa Thomas Tuchel di PSG. (REUTERS/Stephane Mahe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Neymar dikabarkan gembira dengan penunjukan Thomas Tuchel sebagai pelatih Paris Saint-Germain dan dipastikan bertahan di klub tersebut pada musim depan.

Isu kepergian Neymar dari PSG sudah berembus kencang saat Neymar baru beberapa bulan berkostum PSG. Real Madrid disebut sebagai klub yang sangat berhasrat untuk merekrut Neymar.

Sikap pasif Real Madrid di bursa transfer dalam beberapa musim terakhir jadi salah satu indikasi kuat bahwa Los Blancos sedang menyiapkan dana dalam jumlah besar untuk membajak Neymar.


Namun menurut laporan AS, Neymar kini menunjukkan sinyal kuat untuk bertahan. Keberadaan Tuchel sebagai pelatih baru PSG jadi faktor kuat di balik keyakinan Neymar tersebut.
Neymar mengalami cedera di PSG pada bulan Februari.Neymar mengalami cedera di PSG pada bulan Februari. (Foto: REUTERS/Charles Platiau)
Musim debut Neymar di PSG disebut mirip dengan musim debutnya di Barcelona. Neymar mengalami cedera dan merasa homesick. Hal itu akhirnya membuat Neymar ingin hengkang.

Di PSG musim ini, Neymar juga punya beberapa faktor yang mendorongnya untuk keluar dari PSG. Ia pernah bertikai dengan Edinson Cavani, tak punya banyak teman di skuat PSG, dan kurang diapresiasi oleh suporter PSG.

Tetapi setelah bertahan di Barcelona, Neymar justru kemudian menemukan level permainan terbaik hingga kini ia berstatus sebagai pemain termahal di dunia. Hal yang sama bakal diharapkan terjadi oleh PSG pada Neymar di musim depan.

Neymar Diklaim Bertahan di Paris Saint-Germain Karena Tuchel
Neymar baru saja sembuh dari cedera kaki yang menimpanya pada bulan Februari. Ia harus absen selama tiga bulan karena cedera tersebut. Usai sembuh, fokus Neymar kini tertuju pada persiapan Brasil menghadapi Piala Dunia 2018. (jun)