Di kubu Juku Eja ada Ferdinand Sinaga, sedangkan Persib kini diperkuat mantan pemain PSM Ghozali Siregar. Bagi Ferdinand partai bergengsi melawan Persib malam ini seperti kembali ke rumah kedua. Ia juga menyoroti jumlah jurnalis yang semakin banyak menyambangi konferensi pers.
Lihat juga:Skor 21-0 Terjadi di Piala Uber 2018 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk memperbaiki posisi kami tetap berada di puncak klasemen lagi. Dan saya kira semua tim punya peluang menang main di mana pun, di Makassar atau di Bandung. Tapi dengan catatan kami ingin main maksimal dan selalu bekerja keras untuk hasil maksimal," ungkapnya.
Ferdinand Sinaga mengaku masih punya hubungan baik dengan Bobotoh. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang) |
"Saat detik awal saya masuk ke lapangan, pasti saya akan mendengar mereka (Bobotoh) teriak nama saya karena saya masuk dan keluar dari sini tidak ada cacat dengan Bobotoh atau juga semuanya," kata Ferdinand.
"Di Makassar pun sama, dulu di Persib juga begitu. Jadi saya senang dengan suasana seperti itu karena sikap saya yang baik di dalam tim dan suporter," tutur Ferdinand.
Ghozali Siregar punya motivasi lebih untuk mengalahkan mantan timnya, PSM Makassar. (CNN Indonesia/HYG) |
"Persiapannya sudah matang. Mudah-mudahan dapat poin penuh. Lawan Makassar sedikit berbeda. Lebih emosional dan lebih semangat," ujar Ghozali.
Soal ambisi mencetak gol, Ghozali memilih lebih memikirikan target timnya. Ia pun bertekad untuk membawa Maung Bandung bertengger di papan atas klasemen.
"Untuk keinginan cetak gol bukan tidak ada, tapi yang penting kami bisa menang. Jadi kami butuh poin untuk naik ke atas. Harus menang," ucap Ghozali. (hyg/jun)
Ferdinand Sinaga mengaku masih punya hubungan baik dengan Bobotoh. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Ghozali Siregar punya motivasi lebih untuk mengalahkan mantan timnya, PSM Makassar. (CNN Indonesia/HYG)