Sempat kalah 20-22 di gim pertama, Firman mampu bangkit meraih kemenangan di gim kedua (21-15) dan ketiga (21-12). Sukses Firman itu membuat Indonesia menang 3-2 atas Korsel setelah skor sempat sama kuat 2-2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai terakhir di sektor tunggal pun praktis krusial menjadi penentu kemenangan dan beban tersebut saat itu berada di pundak Firman. Meski demikian, ia mengaku berusaha mengendalikan situasi dan tetap tenang sebelum bertanding.
Firman mengaku membuat kesalahan di gim pertama saat menghadapi Young Woong Ha. (Dok. Humas PBSI) |
Firman sebenarnya sudah dalam posisi di atas angin saat unggul jauh dari Young Woong pada gim pertama. Namun, Ha justru bisa mengejar ketinggalan dan memenangkan gim pertama dengan skor 22-20.
![]() |
"Saya terlalu terburu-buru ingin mendapat poin terus. Bola yang seharusnya tidak perlu smes, saya smes."
Kemudian ia mencoba bangkit di gim kedua dan merebut gim tersebut dengan kemenangan 21-15. Kemenangan itu membuat Firman lebih percaya diri dan menutup pertandingan tersebut dengan kemenangan gim ketiga, 21-12.
Firman senang Indonesia tidak bertemu dengan China di perempat final Piala Thomas 2018. (dok. PBSI) |
"[Mulai] bangkit setelah saya sudah tidak memikirkan set pertama, fokus untuk set kedua dan ketiga. Cari lagi kelemahan lawan karena kan sudah tahu dari awal cara dapat poinnya."
"Instruksi dari pelatih [sebelum gim kedua] yang utamanya jangan mengulangi kesalahan seperti pada set pertama," tutur Firman.
Pemain 20 tahun itu pun sangat senang setelah Indonesia berhasil menjadi juara Grup B. Dengan demikian, ia menganggap lawan-lawan yang akan dihadapi Merah Putih di perempat final relatif lebih mudah.
"Bagus juga buat tim, jadi tidak langsung ketemu tim yang berat-berat dulu seperti China. Ketemunya yang runner up grup sehingga lebih enak [langkahnya di perempat final nanti]," ungkap Firman.
(sry/jun)
"Instruksi dari pelatih [sebelum gim kedua] yang utamanya jangan mengulangi kesalahan seperti pada set pertama," tutur Firman.
Lihat juga:Skor 21-0 Terjadi di Piala Uber 2018 |
"Bagus juga buat tim, jadi tidak langsung ketemu tim yang berat-berat dulu seperti China. Ketemunya yang runner up grup sehingga lebih enak [langkahnya di perempat final nanti]," ungkap Firman.
Firman mengaku membuat kesalahan di gim pertama saat menghadapi Young Woong Ha. (Dok. Humas PBSI)
Firman senang Indonesia tidak bertemu dengan China di perempat final Piala Thomas 2018. (dok. PBSI)