Pengetahuan luas soal taktik dan strategi bukan segalanya. Tapi, pelatih berkarisma juga bisa meraih sederet gelar juara. Seorang Zinedine Zidane membuktikan hal itu bersama Real Madrid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zinedine Zidane membawa Real Madrid ke final Liga Champions untuk kali ketiga. (REUTERS/Susana Vera) |
Jiwa kepemimpinan Zidane yang sudah melekat sejak masih aktif bermain mampu menjaga keseimbangan tim sebesar Madrid bersama deretan pemain bintangnya yang memiliki ego tinggi.
Harmonisasi Ruang Ganti
Zidane paling ogah disebut ahli strategi. Namun, ia tak segan membeberkan kunci keberhasilannya adalah menjaga harmonisasi di ruang ganti pemain.
Selama 18 tahun menjalani karier sebagai pesepak bola profesional, Zidane mengaku sudah banyak bertemu dengan pelatih hebat serta pemain bintang yang memiliki ego. Pengalaman tersebut menempanya memahami psikologis pemain.
Zinedine Zidane mampu membuat pemain bintang Real Madrid tunduk kepadanya. (REUTERS/Max Rossi) |
"Saya bukan pelatih terbaik, juga bukan juru taktik terbaik. Tapi, saya memiliki sesuatu hal lain, yaitu hasrat dan gairah. Itu yang lebih bernilai," sambungnya.
Gejolak di ruang ganti memang amat mempengaruhi gairah sebuah tim. Terlebih saat menghadapi situasi tertinggal di babak pertama. Tak jarang terjadi perdebatan besar antarpemain. Di sinilah karisma Zidane berperan penting untuk mendinginkan suasana dan melecut rasa optimistis hingga peluit panjang dibunyikan.
Hal ini terbukti ketika Madrid menghadapi situasi genting lawan Juventus di leg kedua perempat final yang dimainkan di Santiago Bernabeu. Sempat unggul 3-0 di Turin, El Real nyaris dikalahkan Juventus di leg kedua.
Juventus unggul 3-0 lebih dulu di leg kedua. Namun, keputusan Zidane menurunkan Lucas Vazquez di babak kedua menjadi kunci kemenangan Real Madrid. Pergerakan berbahaya Vazquez terpaksa dilanggar di kotak terlarang yang berujung penalti. Ronaldo yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menunaikan tugasnya. Real Madrid pun melaju ke semifinal dengan agregat 4-3.
Zinedine Zidane mampu menjaga performa Cristiano Ronaldo di Real Madrid. (REUTERS/Sergio Perez) |
Kepemimpinan Zidane bakal kembali diuji di laga final Liga Champions kontra Liverpool yang akan dihelat di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Sabtu (26/5) waktu setempat.
Jika Real Madrid juara di Kiev, maka Zidane sukses melampaui pencapaian para ahli strategi macam Arrigo Sacchi, Alex Ferguson, Pep Guardiola, dan Jose Mourinho yang sudah mengoleksi dua trofi Liga Champions. (sry)
Zinedine Zidane membawa Real Madrid ke final Liga Champions untuk kali ketiga. (REUTERS/Susana Vera)
Zinedine Zidane mampu membuat pemain bintang Real Madrid tunduk kepadanya. (REUTERS/Max Rossi)
Zinedine Zidane mampu menjaga performa Cristiano Ronaldo di Real Madrid. (REUTERS/Sergio Perez)