Angka itu menjadikan Piala Dunia 2014 sebagai yang termahal dalam sejarah penyelenggaraan turnamen empat tahunan tersebut.
Pasalnya, Jerman yang menggelar Piala Dunia 2006 hanya menghabiskan biaya sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp82,5 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh biaya besar untuk membangun tujuh stadion baru tersebut. Sebut saja Arena Pantanal yang menghabiskan dana mencapai US$245 juta atau sekitar RP3,4 triliun.
Arena Pantanal merupakan stadion baru yang dibangun untuk Piala Dunia 2014. (REUTERS/Andrew Couldridge) |
Besarnya pengeluaran Brasil untuk Piala Dunia 2014 menjadi ironi lantaran saat itu Negeri Samba tengah dalam kondisi kesulitan ekonomi.
Kendati demikian, Brasil belum pernah mencatatkan sejarah menjadi juara di kandang saat jadi tuan rumah. Pada 1950, Brasil hampir jadi juara setelah lolos ke final sebelum akhirnya dikalahkan Uruguay dengan skor 1-2 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.
Timnas Brasil belum pernah juara Piala Dunia saat menjadi tuan rumah. (AFP PHOTO / FRANCOIS XAVIER MARIT) |
FIFA sebagai pemilik turnamen Piala Dunia menggelontorkan dana sebesar US$2 miliar atau Rp27 triliun untuk putaran final Piala Dunia 2014. Termasuk biaya untuk hadiah 32 negara peserta sebesar US$576 juta (Rp7,9 triliun) yang jumlahnya meningkat 37 persen dari gelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Arena Pantanal merupakan stadion baru yang dibangun untuk Piala Dunia 2014. (REUTERS/Andrew Couldridge)
Timnas Brasil belum pernah juara Piala Dunia saat menjadi tuan rumah. (AFP PHOTO / FRANCOIS XAVIER MARIT)