Pada Piala Dunia 1958, Prancis tergabung di Grup 2 bersama Yugoslavia, Paraguay dan Skotlandia. Pada laga perdana menghadapi Paraguay, Prancis menang besar 7-3 dan Fontaine mencetak hattrick.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerd Mueller hanya mampu mencetak sepuluh gol dalam satu Piala Dunia pada 1970. (AFP PHOTO / STAFF) |
Sayang, perjalanan Les Blues terhenti di babak empat besar usai kalah 2-5 dari Brasil. Dalam laga tersebut, Fontaine mencetak satu gol.
Fontaine mendominasi daftar pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1958. Pesaingnya saat itu, Pele dan Helmut Rahn, hanya mencetak enam gol.
Torehan 13 gol itu membuat Fontaine resmi memegang rekor pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Fontaine mengalahkan rekor gol Sandor Kocsis dari Hungaria yang mencetak 11 gol empat tahun sebelumnya.
Eusebio hanya menorehkan sembilan gol di 1966 dan Gerd Mueller hanya sanggup mencetak 10 gol di 1970. Dua striker itu jadi pemain dengan jumlah gol paling mendekati rekor Fontaine.
Di level klub, Fontaine membela Casablanca di Liga Maroko sebelum hijrah ke Prancis untuk membela Nice. Tiga musim di Nice, Fontaine pindah ke Stade Reims. Fontaine mencetak total 259 gol dalam 283 laga yang ia mainkan di klub.
Fontaine mengalami cedera parah dan harus pensiun pada 1962. Saat itu Fontaine masih berusia yang masih belia, 28 tahun. (ptr/har)
Gerd Mueller hanya mampu mencetak sepuluh gol dalam satu Piala Dunia pada 1970. (AFP PHOTO / STAFF)