Ratiyono mengungkapkan sudah membayarkan gaji hampir 430 orang, termasuk atlet, pelatih, asisten pelatih serta tim pendukung lain.
"Semua atlet yang datanya masuk dari semua cabor akan divalidasi. Semua cabor sudah kita bayarkan mulai Januari sampai Mei. Tahap pertama kami lakukan di April dan Mei kami salurkan," kata Ratiyono melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratiyono mempersilakan atlet melapor bila belum menerima hak mereka.
"Kami juga cek lebih dulu ke lokasi latihan, benar tidak latihan, cek jadwal latihannya juga. Intinya negara tidak boleh menelantarkan atlet. Kalau ada yang merasa terlantar, silakan lapor," imbuhnya.
Sebelumnya, surat terbuka yang dituliskan seseorang bernama Emerson Yuntho terkait nasib atlet menjadi viral. Dalam surat tersebut dituliskan Emerson ada seorang atlet yang enggan disebutkan namanya mengaku uang sakunya belum dibayarkan selama enam bulan terakhir.
Padahal, atlet tersebut tengah mengikuti Pelatda guna mempersiapkan diri jelang PON 2020 di Papua.
Selain jadi atlet cabang olahraga bela diri, ia juga disebut menjadi pekerja lepas di sebuah percetakan di bilangan Jakarta Timur dengan penghasilan yang tidak menentu.
