Bouhaddouz yang masuk pada menit ke-77 menggantikan Ayoub El Kaabi tentu diharapkan menjadi pemecah kebuntuan lini serang Maroko yang berkali-kali gagal menembus pertahanan Iran.
Lihat juga:Ronaldo Hattrick, Portugal vs Spanyol Imbang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan yang diderita Maroko hadir dari cara yang amat menyakitkan.
Gol bunuh diri pertama di Piala Dunia 2018 terjadi dalam laga Iran vs Maroko. (REUTERS/Lee Smith) |
Keberadaan pemain-pemain yang merumput di Eropa dan embel-embel tanpa kalah di fase kualifikasi seakan menambah kelayakan Maroko untuk menyandang predikat kuda hitam di Piala Dunia 2018.
Sejak menit-menit awal pertandingan, Maroko sudah menghujani pertahanan Iran dengan berbagai peluang. Hakim Ziyech, Younes Belhanda, Amine Harit, dan El Kaabi hampir membuat pendukung Atlas Lions bersorak menyambut gol.
Para pemain Iran merayakan kemenangan atas Maroko. (REUTERS/Henry Romero) |
Iran yang masih terkaget-kaget dengan serangan bergelombang dari Maroko terlihat kewalahan menambal celah-celah di lini pertahanan.
Di babak kedua kian jelas terlihat kemampuan Iran mencegat bola-bola bahaya dari Maroko. Tidak lagi menunggu sang lawan mengirim bola hingga sepertiga akhir lapangan, skuat Team Melli sudah memotong bola sejak lini tengah.
Maroko tak mampu menemukan celah lagi dan kesalahan individu di menit akhir menghukum anak asuh Herve Renard.
Gol bunuh diri pertama di Piala Dunia 2018 terjadi dalam laga Iran vs Maroko. (REUTERS/Lee Smith)
Para pemain Iran merayakan kemenangan atas Maroko. (REUTERS/Henry Romero)