Prancis menang 2-1 atas Australia, secara tidak langsung dibantu oleh dua teknologi: Video Assistent Referee (VAR) dan Goal Line Technology (GLT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wasit Andres Cunha sempat mengintip monitor VAR sebelum memberikan hadiah penalti untuk timnas Prancis. (Foto: REUTERS/John Sibley) |
Cunha menunjuk titik putih di kotak penalti Prancis setelah bek Les Bleus, Samuel Umtiti, sengaja menyentuh bola dengan tangannya ketika melompat untuk mengantisipasi umpan lambung Aaron Mooy.
Setelah hasil imbang tersebut, Tim Ayam Jantan menambah daya gedor ke pertahanan Australia. Sejumlah peluang emas diciptakan Australia, namun tetap belum berbuah gol.
Antoine Griezmann mencetak gol penalti ke gawang Australia. (Foto: REUTERS/Sergio Perez) |
Bola memantul melewati garis gawang setelah sempat membentur mistar. Pogba terlihat sempat ragu usai melepaskan tendangan. Namun, wasit menyatakan gol beberapa saat kemudian.
Gelandang Manchester United itu pun langsung melompat kegirangan. Gol Pogba itu pun secara tidak langsung dibantu teknologi sensor tiga dimensi, GLT.
Sontekan Pogba tersebut sebenarnya sempat mengenai kaki kiri bek sayap Australia, Aziz Behich, sehingga arah bola berubah dan bersarang ke gawang Matthew Ryan. Namun, FIFA tetap mengakui gol dicetak oleh mantan pemain Juventus itu.
GLT sendiri bukan barang baru yang diterapkan di Piala Dunia 2018. Teknologi tersebut sudah digunakan sejak Piala Dunia 2014 di Brasil.
Lihat juga:Pique Tuding Ronaldo Terbiasa 'Diving' |
Ya, Les Bleus yang kali pertama mendapat keuntungan penggunaan VAR dalam sejarah Piala Dunia. Dalam tayangan ulang, terlihat memang ada kontak kaki kanan Risdon terhadap tumit kiri Griezmann sehingga penyerang Atletico Madrid itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh. (nva)

Wasit Andres Cunha sempat mengintip monitor VAR sebelum memberikan hadiah penalti untuk timnas Prancis. (Foto: REUTERS/John Sibley)
Antoine Griezmann mencetak gol penalti ke gawang Australia. (Foto: REUTERS/Sergio Perez)