Pesta Peru merayakan keberhasilan menjadi salah satu kontestan putaran final Piala Dunia berlangsung sesaat setelah anak asuh Ricardo Gareca memastikan kemenangan atas Selandia Baru dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2018 pada 16 November 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Christian Cueva gagal mencetak gol dari titik putih ketika Peru menghadapi Denmark. (REUTERS/Max Rossi) |
Pergerakan individu, kecepatan para pemain, dan kerja sama tim di awal babak pertama benar-benar merepotkan barisan pertahanan Denmark.
Konsistensi Peru menekan pertahanan Denmark hanya bertahan hingga pertengahan babak pertama. Selepas menit ke-25 Peru mulai kesulitan menciptakan peluang seiring kemampuan Denmark mengorganisasi serangan.
Kasper Schmeichel menjadi salah satu penghalang Peru mencetak gol ke gawang Denmark. (REUTERS/Marcos Brindicci) |
Di babak kedua Peru tidak menunjukkan tanda-tanda menurunkan intensitas serangan, sementara Denmark juga tidak ingin kehilangan momen mencetak gol.
Keinginan kedua kesebelasan mencetak gol menjadikan laga berjalan lebih hidup.
Upaya bangkit Peru terlihat jelas setelah Gareca memasukkan penyerang kawakan, Paolo Guerrero. Tapi peluang demi peluang hingga menit ke-90 tak mampu dikonversi menjadi gol.
Kekalahan dari tim Dinamit merusak perayaan Peru yang sudah lebih dari tiga dekade tidak turut berpartisipasi di Piala Dunia.
Tapi masih ada dua laga lagi yang membuat timnas Peru saat ini bisa meraih prestasi seperti di Meksiko 1970 dan Argentina 1978 ketika mampu melaju hingga perempat final dan putaran kedua. (har)
Christian Cueva gagal mencetak gol dari titik putih ketika Peru menghadapi Denmark. (REUTERS/Max Rossi)
Kasper Schmeichel menjadi salah satu penghalang Peru mencetak gol ke gawang Denmark. (REUTERS/Marcos Brindicci)