Dua bulan jelang Piala Dunia 2018, pelatih Jepang Akira Nishino berseloroh bahwa skuatnya butuh keajaiban kecil di Rusia. Sebab, ia baru ditunjuk sebagai pelatih anyar Jepang untuk menggantikan Vahid Halilhodzic yang dipecat Asosiasi Sepak Bola negara itu (JFA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keajaiban Mordovia bermula dari kartu merah Carlos Sanchez di menit awal. (REUTERS/Ricardo Moraes) |
Sementara 'Kejaiban di Mordovia' adalah keajaiban yang berbeda. Jepang kali ini tidak bermain bertahan. Mereka berani mengambil inisiatif menyerang sejak awal laga melalui skenario serangan balik cepat.
Shinji Kagawa mencetak gol keunggulan Jepang lewat eksekusi penalti. (REUTERS/Damir Sagolj) |
Tendangan Osako sempat diblok kiper David Ospina. Namun, bola liar langsung disambar Shinji Kagawa yang terpaksa diblok Carlos Sanchez dengan menggunakan bantuan tangan. Tanpa ampun wasit menunjuk titik putih sekaligus mengganjar Sanchez dengan kartu merah.
Kerja keras Kolombia pun berbuah manis di menit ke-39. Tendangan bebas Juan Quintero tak mampu diantisipasi sempurna oleh Eiji Kawashima. Meski sempat diblok, namun bola sudah melewati garis gawang. Skor imbang 1-1 menghiasi babak pertama.
Akira Nishino pernah mengantar Jepang mengalahkan Brasil di Olimpiade 1996. (REUTERS/Lisi Niesner) |
Jepang bahkan mendominasi penguasaan bola hingga 61 persen. Negeri Sakura itu total melepaskan 14 tembakan di mana lima di antaranya sukses mengarah ke gawang. Sementara Kolombia menghasilkan tiga on target dari total delapan tembakan.
Osako mencetak gol kemengan Jepang 2-1 atas Kolombia. (REUTERS/Jason Cairnduff) |
Jepang bisa saja menambah keunggulannya jika mampu memanfaatkan peluang yang dimiliki. Namun, skor 2-1 sudah cukup membalas kekalahan atas Kolombia di Piala Dunia 2014. Pada edisi sebelumnya, Jepang pernah bertekuk dilumat Kolombia 1-4 di fase grup.
Meski demikian, Jepang tak boleh jemawa. Mereka masih butuh 'keajaiban kecil' lainnya untuk menghadapi dua pertandingan melawan Polandia dan Senegal. (bac)
Keajaiban Mordovia bermula dari kartu merah Carlos Sanchez di menit awal. (REUTERS/Ricardo Moraes)
Shinji Kagawa mencetak gol keunggulan Jepang lewat eksekusi penalti. (REUTERS/Damir Sagolj)
Akira Nishino pernah mengantar Jepang mengalahkan Brasil di Olimpiade 1996. (REUTERS/Lisi Niesner)
Osako mencetak gol kemengan Jepang 2-1 atas Kolombia. (REUTERS/Jason Cairnduff)