Tim Tango harus menari di ujung tanduk. Peluang mereka amat tipis untuk lolos ke babak 16 besar karena tergantung hasil Islandia melawan Nigeria. Lionel Messi dan kawan-kawan masih memiliki kans lolos meski terbilang berat.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu yang bisa disimpulkan jika melihat pilihan strategi Sampaoli menghadapi Kroasia. Pelatih 58 tahun itu menerapkan strategi 3-4-3.
Eduardo Salvio dimainkan sebagai full-back di depan tiga bek Argentina. (Foto: Reuters/Matthew Childs) |
Sampaoli sepertinya ingin mencoba memadatkan lini tengah dengan empat pemain, termasuk dua full-back yang diisi Eduardo Salvio dan Marcos Acuna. Strategi ini untuk mengantisipasi kekuatan lini tengah Kroasia yang lebih superior dengan gelandang-gelandang top macam Luka Modric, Ivan Perisic, dan Ivan Rakitic.
Terlihat pula Argentina banyak bermain lebih melebar dengan tetap menjaga kepadatan di tengah untuk antisipasi serangan Kroasia dari lini tengah. Namun yang menjadi persoalan adalah tiga pemain belakang tersebut karena pilihan itu jadi kurang ideal bagi Tim Tango di Piala Dunia 2018.
Strategi yang cukup ganjil baginya mengingat Sampaoli tidak menerapkan skema itu pada laga-laga sebelumnya di uji coba dan pertandingan perdana lawan Islandia. Saat ditahan imbang Strakanir Okkar 1-1, La Albiceleste bermain dengan formasi 4-2-3-1.
Sampaoli menempatkan Marcos Rojo dan Otamendi sebagai bek tengah, sejajar dengan Tagliafico serta Salvio di posisi bek sayap.
Hanya Nicolas Otamendi yang peran utamanya sebagai bek tengah dari tiga bek yang dimainkan Sampaoli dengan formasi 3-4-3. (REUTERS/Carlos Barria) |
Keruan saja, formasi tiga bek di belakang menjadi strategi yang kurang familier bagi para pemain Argentina saat menghadapi Kroasia. Ditambah lagi, dua bek lainnya yang dimainkan sebagai trio lini belakang bukan karakter asli bek tengah seperti Mercado dan Tagliafico.
Alhasil, perjudian Sampaoli di atas lapangan hijau tak menuai hasil positif. Sebaliknya, Kroasia menghajar Argentina 3-0 di laga kedua Grup D Piala Dunia 2018. Itu merupakan kekalahan kedua terbesar La Albiceleste di Piala Dunia setelah kekalahan 1-6 dari Cekoslowakia pada Piala Dunia edisi 1958. (arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Eduardo Salvio dimainkan sebagai full-back di depan tiga bek Argentina. (Foto: Reuters/Matthew Childs)
Hanya Nicolas Otamendi yang peran utamanya sebagai bek tengah dari tiga bek yang dimainkan Sampaoli dengan formasi 3-4-3. (REUTERS/Carlos Barria)