Brasil dalam kondisi genting pada laga lawan Kosta Rika. Koleksi satu poin di tangan membuat mereka harus menang lawan Kosta Rika. Celakanya, Kosta Rika menerapkan strategi defensif sejak awal pertandingan dengan formasi 5-4-1.
Di babak pertama, ramuan Tite tidak bekerja dengan baik. Kosta Rika mampu menutup pergerakan pemain-pemain Brasil dengan baik. Tidak ada satu pun pemain Brasil yang dibiarkan berlama-lama bebas menguasai bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brasil kesulitan menembus pertahanan Kosta Rika di babak pertama. (Foto: REUTERS/Lee Smith) |
Namun, perbaikan kualitas Brasil itu tak lantas menuai hasil. Kiper Kosta Rika, Keylor Navas masih berdiri kokoh menghalau serangan-serangan Brasil. Ada banyak peluang yang mampu dimentahkan oleh Keylor Navas, salah satunya saat menepis tembakan keras Neymar dari jarak dekat di menit ke-57.
Timnas Brasil punya peluang lebih banyak di babak kedua namun tetap kesulitan mencetak gol. (Foto: REUTERS/Lee Smith) |
Meski pemain-pemain Brasil terlihat frustrasi, alur serangan Brasil masih terus jelas dan lugas di sisa waktu yang ada. Selecao bisa menyerang dari sisi kanan maupun kiri sehingga fokus pertahanan Kosta Rika tidak bisa ditempatkan pada satu alur serangan saja.
Usaha Brasil untuk menembus pertahanan Kosta Rika pada akhirnya berbuah di masa injury time. Umpan silang Marcelo berhasil diteruskan oleh sundulan kepala Roberto Firmino ke arah Gabriel Jesus.
Jesus mengontrol bola dengan posisi badan masih membelakangi gawang. Philippe Coutinho yang melihat posisi bola memutuskan menyeruak dan menyodok bola masuk ke gawang. Brasil unggul 1-0 di masa krisis.
Philippe Coutinho memecah kebuntuan di masa injury time. (Foto: REUTERS/Lee Smith) |
Kualitas Mental Brasil
Brasil kesulitan dalam laga lawan Kosta Rika, itu benar. Namun dalam laga tersebut, Brasil menunjukkan kualitas mereka sebagai calon pemenang di Piala Dunia 2018.
Di tengah situasi sulit, Brasil tetap mampu menunjukkan kualitas serangan mereka. Saat pertandingan makin mendekati akhir, tekanan Selecao justru makin tinggi. Kosta Rika tak dibiarkan bernapas dan mengulur-ulur waktu.
Brasil mencetak dua gol di masa injury time. (Foto: REUTERS/Lee Smith) |
Ada total 19 tembakan ke gawang Kosta Rika, sembilan di antaranya tepat sasaran. Brasil pun mendominasi penguasaan bola dengan 66 persen di laga tersebut.
Kemenangan di masa kritis jelas akan meningkatkan kepercayaan diri dan mental Brasil dalam perjalanan mereka di Rusia selanjutnya.
Masalah Tersisa
Salah satu masalah tersisa bagi Brasil adalah efektifitas di lini depan. Melihat penampilan Brasil di dua laga, catatan tiga gol, dua di antaranya di masa injury time, jelas kurang menunjukkan kegarangan sebagai tim dengan lini serangan yang mematikan.
Dalam dua laga awal, Gabriel Jesus diplot Tite sebagai penyerang tengah. Menilik penampilan Jesus, rasanya Tite perlu mempertimbangkan Roberto Firmino untuk turun lebih dulu di laga berikutnya.
Gabriel Jesus belum menunjukkan ketajaman di dua laga awal. (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins) |
Untuk lini tengah, Casemiro dan Paulinho terbukti mampu menjaga keseimbangan dan menopang lini serang Brasil. Sedangkan untuk lini belakang, Brasil butuh laga lain untuk membuktikan kesiapan mereka berburu Piala Dunia 2018. (har)
Brasil kesulitan menembus pertahanan Kosta Rika di babak pertama. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Timnas Brasil punya peluang lebih banyak di babak kedua namun tetap kesulitan mencetak gol. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Philippe Coutinho memecah kebuntuan di masa injury time. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Brasil mencetak dua gol di masa injury time. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Gabriel Jesus belum menunjukkan ketajaman di dua laga awal. (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)