"Beto tampil luar biasa, Febri banyak mengambil banyak peluang. Lilipaly dan Septian bisa main di depan dengan tipe bermain yang beda. Septian bisa main antar lini dan membuka peluang. Lilipaly juga tipe pemain serang yang bisa mencari ruang. Lewat empat pemain serang, kami punya banyak peluang. Mudah-mudahan-besok peluang-peluang itu jadi gol," ucap Milla seusai pertandingan.
Korea Selatan mencetak gol pertama melalui Jeong Taewook pada menit ke-43. Indonesia di sepanjang babak kedua kemudian menciptakan beberapa peluang, dan akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-93.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Selain memuji para pemainnya, Milla juga menyebut lawan tampil luar biasa.
Luis Milla hanya menurunkan satu striker melawan Korea Selatan, yakni Beto. Ia menjelaskan alasan memasang formasi dengan strikre tunggal.
"Saya senang pakai dua striker, tapi tadi kita tahu ketika Septian main dengan Beto dan Beto bisa main bersama Lilipaly di depan. Kami garis bawahi, kami juga mencoba Febri sebagai striker di menit akhir," ungkap Milla.
Timnas Indonesia sempat menyamakan kedudukan, tapi Korsel kemudian berbalik unggul di menit akhir pertandingan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Perkuat Lini Tengah
Di laga uji coba selanjutnya jelang Asian Games 2018, Luis Milla mengaku ingin memperkuat lini tengah dengan memainkan tiga gelandang dengan dua di antaranya adalah gelandang menyerang dan bertahan.
"Kami akan memilih 18 pemain dan dua kiper untuk di Asian Games. Tadi, Beto banyak bantu. Saya harap ke depan akan banyak opsi untuk pemain tengah. Apakah nantinya pemain tengah yang banyak menyerang, menjaga ritme atau membantu pertahanan. Intinya, timnas selalu ada tiga pemain tengah, dua sayap dan satu striker," tegasnya.
Selanjutnya, Luis Milla akan memilih 20 nama yang akan dimasukan dalam daftar skuat Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018. Ia memastikan bakal mencari pemain yang secara fisik dan performanya bagus.
"Kami akan tunggu sampai akhir. Kalau liga sudah mulai, bisa dilihat mana yang cedera, yang performa dan fisiknya menurun. Kalau melihat semangatnya, saya tidak layak memilih hanya 20 pemain, tapi 40 pemain yang akan saya bawa ke Asian Games," tukasnya. (vws)

Timnas Indonesia sempat menyamakan kedudukan, tapi Korsel kemudian berbalik unggul di menit akhir pertandingan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)