Padahal, di grup tersebut bukan termasuk yang paling berat dihuni oleh Portugal, Iran, dan Maroko. Faktanya, Spanyol hanya menang sekali dari Iran.
Pada sisa laga lainnya, Tim Matador hanya bermain imbang menghadapi Portugal dengan skor 3-3, dan ditahan Maroko 2-2.
Kemenangan 1-0 atas Iran pun mereka raih dengan susah payah. Andres Iniesta dan kawan-kawan tampil kurang greget dalam membongkar pertahanan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
David De Gea yang dipuja-puja menjaga gawang Manchester United, tampil rapuh di bawah mistar gawang timnas Spanyol tak ubahnya kiper yang kurang berpengalaman.
David De Gea sudah lima kali kebobolan jelang babak 16 besar Piala Dunia 2018 menghadapi Rusia. (REUTERS/Mariana Bazo) |
Posisi dan kuda-kuda kiper tersebut salah sehingga tak mampu menyetop dan mengontrol bola dengan baik. Satu kesalahan De Gea itu pun membuat Ronaldo merajalela dan mencetak hattrick pada laga tersebut.
De Gea juga sebenarnya melakukan kesalahan, terutama dalam penempatan posisi ketika Spanyol ditahan imbang Maroko. Ia hanya terpaku melihat tendangan gelandang Maroko, Nordin Amrabat, dari luar kotak penalti.
Blunder yang dilakukan David De Gea dan membuat gawangnya kebobolan oleh Cristiano Ronaldo. (Foto: REUTERS/Murad Sezer) |
Bisa jadi anekdot yang berkembang di antara para penggemar Manchester United bahwa 'genetik' De Gea hanya untuk Setan Merah, bukan sekadar guyonan belaka.
Spanyol juga masih memiliki masalah di lini belakang. Salah satu sorotan tajam tertuju kepada duet bek tengah Sergio Ramos dan Gerard Pique.
Dua rekan setim tapi rival di kompetisi Spanyol tersebut belum juga menunjukkan keharmonisannya di Tim Matador. Ramos dan Pique kerap salah koordinasi dalam mengantisipasi serangan tim lawan yang langsung menusuk ke pertahanan Spanyol.
Ramos tentu menjadi bek yang paling bebal dibandingkan Pique. Salah satu contoh nyata ketika ia melakukan kesalahan yang berbuah gol untuk Maroko.
Timnas Spanyol masih memiliki persoalan terutama di lini belakang. (Foto: REUTERS/Carlos Barria) |
Pique yang menjadi duet Ramos pun bukan menjadi pelapis ketika rekannya itu melakukan kesalahan. Posisinya terlalu jauh untuk mengejar Boutaib yang sudah tak mungkin lagi dikejar Ramos. Dengan mudah pemain Maroko itu pun menceploskan bola ke gawang De Gea.
Ramos juga kerap terlambat kembali ke pos pertahanannya usai maju membantu lini depan Spanyol untuk menyerang tim lawan. Kelalaiannya itu yang bisa dimanfaatkan tim lawan melalui serangan balik cepat.
Sergio Ramos yang paling bebal menjaga pertahanan timnas Spanyol. (Foto: REUTERS/Mariana Bazo) |
Rusia juga punya dua bek sayap dengan umpan-umpan silang berbahaya seperti Mario Fernandos dan Yuri Zhirkov. Dua pemain itu kerap membantu serangan Rusia dari sisi sayap.
Jika Spanyol masih memiliki masalah dalam koordinasi lini belakang dan penampilan De Gea belum konsisten, bukan tidak mungkin mereka bakal dikecundangi Rusia. (bac)

David De Gea sudah lima kali kebobolan jelang babak 16 besar Piala Dunia 2018 menghadapi Rusia. (REUTERS/Mariana Bazo)
Blunder yang dilakukan David De Gea dan membuat gawangnya kebobolan oleh Cristiano Ronaldo. (Foto: REUTERS/Murad Sezer)
Timnas Spanyol masih memiliki persoalan terutama di lini belakang. (Foto: REUTERS/Carlos Barria)
Sergio Ramos yang paling bebal menjaga pertahanan timnas Spanyol. (Foto: REUTERS/Mariana Bazo)