Satu hal yang membedakan mungkin hanya status Belgia yang merupakan unggulan saat melawan Jepang. Tapi, plot kemenangan Belgia saat mengalahkan Jepang benar-benar seperti di film-film Hollywood yang biasa kita lihat.
Orang-orang biasa mengatakan, "Jagoan biasanya kalah dulu, kemudian menang di saat-saat terakhir". Itulah yang dialami Belgia saat melawan Jepang di Rostov Arena, Selasa (3/7) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang sempat membuat Belgia di ujung tanduk dan unggul dua gol. (REUTERS/Sergio Perez) |
Hingga terciptanya gol Inui, Belgia masih menjadi tim yang menunjukkan serangan lebih berbahaya. The Red Devils hanya tertinggal 0-2 karena kesalahan kecil yang mereka buat sendiri.
Strategi Jepang terlihat sederhana. Pelatih Akira Nishino ingin Yuto Nagatomo dan kawan-kawan main disiplin di lini pertahanan dan membuat tiga pemain paling penting di lini serang Belgia: Eden Hazard, Kevin De Bruyne, dan Dries Mertens tidak nyaman.
Strategi Jepang berjalan lancar. Hazard, De Bruyne, Mertens gagal mendapatkan ruang dan lebih berkutat di lini tengah. Alhasil aliran umpan-umpan matang ke Romelu Lukaku terhenti.
Belgia mulai mengubah rencana permainan sejak Marouane Fellaini masuk di babak kedua. (REUTERS/Sergio Perez) |
Serangan Udara
Sebuah sundulan Lukaku yang melenceng pada menit ke-62 meski dalam posisi bebas benar-benar menggambarkan kondisi permainan Belgia di Rostov Arena. Mesin serangan Belgia tidak berjalan, dan sekalinya mendapat peluang mereka tidak beruntung. Belgia sepertinya akan tersingkir dari Piala Dunia 2018.
Namun, momen penting Belgia terjadi pada menit ke-65 ketika Martinez memasukkan Chadli dan Fellaini. Pelatih asal Spanyol itu mulai menjalankan 'Rencana B'. Martinez mulai 'melihat ke udara' setelah permainan cepat lewat umpan-umpan pendek tidak mampu membuahkan hasil.
Nacer Chadli mencetak gol kemenangan Belgia di detik-detik akhir pertandingan. (REUTERS/Sergio Perez) |
Hasilnya Belgia mampu menyamakan kedudukan melalui dua gol sundulan Jan Vertonghen menit ke-69 dan Fellaini menit ke-74. Skor pun imbang 2-2 dan Belgia kembali di atas angin untuk meraih kemenangan.
Di sinilah momen terasa seperti film Hollywood dimulai. Setelah dua peluang sundulan Belgia digagalkan kiper Eiji Kawashima, gawang The Red Devils nyaris dibobol Jepang lewat tendangan bebas Keisuke Honda saat injury time babak kedua memasuki menit keempat.
Belgia selanjutnya akan menghadapi Brasil di babak perempat final Piala Dunia 2018. (REUTERS/Toru Hanai) |
Bola dilempar Courtois ke De Bruyne dan serangan balik Belgia dimulai. Bola lalu diumpan De Bruyne ke Meunier yang kemudian mengirim umpan silang. Lukaku melakukan dummy dan Chadli melepaskan tendangan kaki kiri yang menggetarkan gawang Jepang. Belgia menang 3-2 lewat tendangan terakhir mereka di Rostov Arena.
Sebuah momen yang luar biasa. Sebuah kemenangan yang sangat dramatis dari Belgia setelah sempat tertinggal dua gol. Wasit Gianluca Rocchi meniup peluit terakhir setelah Jepang melakukan kickoff.
Terlepas dari sempat tertinggal dua gol, Belgia menunjukkan mental juara di laga melawan Jepang. Sebuah mental yang sangat mereka butuhkan saat melawan Brasil di babak perempat final Piala Dunia 2018. (ptr)
Jepang sempat membuat Belgia di ujung tanduk dan unggul dua gol. (REUTERS/Sergio Perez)
Belgia mulai mengubah rencana permainan sejak Marouane Fellaini masuk di babak kedua. (REUTERS/Sergio Perez)
Nacer Chadli mencetak gol kemenangan Belgia di detik-detik akhir pertandingan. (REUTERS/Sergio Perez)
Belgia selanjutnya akan menghadapi Brasil di babak perempat final Piala Dunia 2018. (REUTERS/Toru Hanai)