Inggris diketahui sukses lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kolombia melalui adu penalti dalam laga yang berlangsung di Stadion Spartak, Rabu (4/7) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bisa menuliskan cerita dan sejarah kita sendiri dan kita sudah memiliki beberapa di antaranya saat ini. Saya belum ingin pulang," lanjut
Southgate seolah menebus kesalahannya dalam adu penalti melawan Jerman di babak semifinal Piala Eropa 1996, di Inggris. Ketika itu, muncul euforia "football is coming home" seiring penampilan oke The Three Lions di fase grup hingga babak perempat final.
Saat itu ia, yang masih berusia 22, jadi penendang terakhir Inggris. Southgate mengarahkan bola datar ke sisi kanan. Andreas Koepke mudah saja membaca dan menepisnya. Sementara, penendang terakhir Jerman, Andreas Möller, sukses menaklukan David Seaman. Inggris kalah di rumah sendiri.
Harry Kane menaklukkan David Ospina dalam adu penalti. (REUTERS/Kai Pfaffenbach) |
"Adu penalti itu berat. Kami sudah bicara panjang dan sulit soal memenangkan proses tendangan penalti. Mereka tetap tenang.
Dan momen itu datang saat menghadapi Kolombia. Kemenangan menghampiri.
Kiper timnas Inggris Jordan Pickford memblok penalti Carlos Bacca. (REUTERS/Kai Pfaffenbach) |
"Ini adalah malam yang istimewa untuk tiap orang Inggris," ujar Southgate.
Terlebih, rekor pertemuan kedua tim tak terlalu bagus. Berdasarkan catatan FIFA, kedua tim sudah bertemu 23 kali, dan masing-masing mencatat tujuh kemenangan, dengan sembilan imbang.
"Sekarang saya berpikir tentang Swedia. Kami punya rekor pertemuan buruk dengan mereka. Kami memandang remeh mereka dalam beberapa tahun," tandas Southgate.
(bac)
Harry Kane menaklukkan David Ospina dalam adu penalti. (
Kiper timnas Inggris Jordan Pickford memblok penalti Carlos Bacca. (