Hasil itu tentu lebih buruk ketimbang pencapaian Canarinho pada 2014 ketika mereka mampu ke semifinal. Brasil saat itu kalah 1-7 dari Jerman di semifinal.
Brasil seolah menampilkan antiklimaks setelah penampilan superior mereka hingga babak 16 besar mengalahkan Meksiko 2-0. Kesolidan mereka mulai dari lini belakang hingga depan, tak tampak lagi ketika menghadapi Belgia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eden Hazard dan kawan-kawan mampu mencetak gol ke gawang Allison Becker hanya dalam waktu 15 menit karena gol bunuh diri Fernandinho saat mencoba menghalau sepak pojok Nacer Chadli melalui tandukannya.
Brasil dikejutkan oleh gol bunuh diri Fernandinho pada menit ke-13. (Foto: REUTERS/Murad Sezer) |
Duet gelandang jangkar, Paulinho dan Fernandinho, kali ini tak mampu memotong serangan balik Setan Merah. Ketidakhadiran Casemiro di sektor tengah karena akumulasi kartu kuning, tampak begitu terasa sehingga membuat Selecao tak cukup solid meredam serangan lawan dari lini tengah.
Lihat juga:Prancis Bermain Buruk Tetap ke Semifinal |
Neymar tentu menjadi sorotan utama di lini depan Brasil. Secara statisitik individu, penyerang Paris Saint Germain memang cukup bagus.
Kevin De Bruyne mencetak gol pertama di Piala Dunia 2018 dengan membobol gawang Brasil. (REUTERS/John Sibley) |
Ia juga mencatatkan tiga kali tembakan dan sekali menemui sasaran ke gawang Belgia yang berhasil ditepis Allison Becker. Namun, penampilan Neymar tak mampu mengarahkan permainan secara tim.
Celakanya lagi, para pemain Brasil kembali ke kebiasaan buruknya dengan mengalirkan bola melulu ke Neymar. Bukannya tanpa alasan. Tandem Neymar di lini depan, Gabriel Jesus, tetap saja mandul dan perannya di laga itu seolah tenggelam.
Anehnya, Tite tetap memainkan Jesus sebagai starter, padahal di laga melawan Meksiko performanya juga buruk. Ia baru diganti pada menit ke-56 oleh Douglas Costa.
Belgia merayakan kemenangan mereka atas Brasil di perempat final. (Foto: REUTERS/John Sibley) |
Memasuki sisa 10 menit terakhir, Brasil belum bisa juga bermain secara tim. Neymar masih memaksakan permainan individu yang lagi-lagi mampu diredam pertahanan Belgia yang sangat solid.
Skuat Brasil seperti ikut tertular pengaruh 'buruk' sang pemain bintang. Para pemain Selecao terlalu banyak menggiring bola tanpa aliran-aliran umpan yang sistematis.
Pada akhirnya, drama Neymar tampaknya sia-sia bagi Selecao. Neymar memang beberapa kali meminta penalti, salah satunya saat ia gagal menanduk umpan silang dari Fagner dan terjatuh pada menit ke-88.
Ketergantungan Brasil pada Neymar ini serupa saat Piala Dunia 2014. Saat Neymar cedera, Selecao dibantai 1-7 oleh Jerman di babak semifinal.
Hal serupa terjadi di Piala Dunia 2018. Kali ini, permainan mantan pemain Santos yang terlalu individu itu pun menumpulkan Jogo Bonito timnas Brasil, dan itu melapangkan jalan Kevin de Bruyne dan kawan-kawan ke semifinal.
(arh)

Brasil dikejutkan oleh gol bunuh diri Fernandinho pada menit ke-13. (Foto: REUTERS/Murad Sezer)
Kevin De Bruyne mencetak gol pertama di Piala Dunia 2018 dengan membobol gawang Brasil. (REUTERS/John Sibley)
Belgia merayakan kemenangan mereka atas Brasil di perempat final. (Foto: REUTERS/John Sibley)