Tuan rumah Rusia termasuk salah satu kejutan di Piala Dunia 2018. Usai tampil impresif di fase grup, tim asuhan Stanislav Cherchesov itu menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mimpi Rusia Masih Berlanjut (Putra Permata Tegar)
Timnas Rusia diprediksi akan bermain lepas saat melawan Kroasia. (REUTERS/Kai Pfaffenbach) |
Dalam laga lawan Kroasia, Rusia pasti akan agresif di lini tengah agar Ivan Rakitic dan Luka Modric tak leluasa memegang dan mengatur alur permainan. Jika Modric dan Rakitic sudah dimatikan, Rusia punya peluang yang bagus untuk menang.
Rusia bisa mengakhiri laga dengan kemenangan lewat perpanjangan waktu. Rusia unggul 2-1 atas Kroasia.
Kroasia ke Semifinal (Nova Arifianto)
Lini tengah Kroasia berpeluang mendominasi laga ini dan pilihan Rusia bisa jadi adalah bertahan serupa laga melawan Spanyol. Namun mengingat Rusia tidak punya kecepatan untuk serangan balik, maka mereka tidak akan bertahan terlalu dalam.
Kroasia harus kerja keras membongkar pertahanan Rusia. (REUTERS/Fabrizio Bensch) |
Kemenangan bisa didapat Kroasia dalam waktu normal dengan gol-gol yang sulit diraih. Skor 2-0 bisa menjadi hasil akhir laga ini.
Kejutan Tim Tuan Rumah Disetop Kroasia (Ahmad Bachrain)
Rusia sebagai salah satu tim kejutan, selain Swedia, yang berhasil tembus ke perempat final Piala Dunia 2018. Sebagai tim tuan rumah, satu-satunya modal terbesar mereka adalah dukungan militan para suporter.
Tim Beruang Merah juga bakal tampil habis-habisan kembali menghadapi tim bertabur bintang seperti Kroasia. Namun, Kroasia bukan Spanyol yang bermain melempem sehingga bisa disingkirkan tuan rumah.
Timnas Rusia bakal tampil habis-habisan melawan Kroasia. (REUTERS/Michael Dalder) |
Kroasia Ulangi Torehan 1998 (Vetriciawizach)
Rusia akan menampilkan permainan bertahan sebagaimana yang sukses mereka terapkan melawan Spanyol di 16 Besar. Hanya saja, lini tengah Kroasia yang diisi Ivan Rakitic dan Luka Modric, serta Ivan Perisic di sayap punya kreatifitas untuk membongkar gerendel yang diterapkan Rusia.
Selain itu, gelandang-gelandang Kroasia juga bisa melakukan tendangan jarak jauh untuk menguji kiper Igor Akinfeev seandainya opsi pertama mengalami kebuntuan.
Dengan kedua tim sama-sama melakoni laga 120 menit di 16 Besar, Kroasia sendiri punya cukup amunisi di bangku cadangannya dalam sosok Mateo Kovacic atau Milan Badelj untuk mengatasi masalah kebugaran. Kroasia menang tipis dan ke semifinal, mengulangi raihan mereka di Piala Dunia 1998.
Kroasia Kubur Mimpi Rusia (Jun Mahares)
Kroasia memiliki segudang gelandang kreatif dan berbahaya. (REUTERS/Darren Staples) |
Dari segi kualitas pemain, Rusia memang sedikit tertinggal dari Kroasia. Namun, dukungan penuh publik Rusia bakal jadi suntikan vitamin bagi Igor Akinfeev dan kawan-kawan.
Meski bakal mendapat teror dari publik tuan rumah, saya yakin Kroasia bisa mengalahkan Rusia dengan skor minimal 2-0.
Kroasia Singkirkan Tuan Rumah (Surya Sumirat)
Saya memprediksi mimpi tuan rumah Rusia hancur di kaki Kroasia. Vatreni akan mengalahkan Rusia di perempat final dengan skor 2-1. Dengan sederet bintang berkualitas, Kroasia memiliki peluang lebih bagus untuk memenangi pertandingan ini.
Kroasia Terlalu Kreatif untuk Rusia (Haryanto Tri Wibowo)
Kroasia memiliki lini tengah yang terlalu kreatif dan dominan untuk bisa dikalahkan Rusia. Kroasia bisa diuntungkan dengan keputusan Rusia yang kemungkinan besar tidak akan main bertahan seperti saat melawan Spanyol di 16 besar.
Lihat juga:Prancis Bermain Buruk Tetap ke Semifinal |
Jika setiap lini permainan Kroasia bisa menampilkan penampilan terbaiknya. Maka Kroasia bisa menang 2-0 atas Rusia di laga perempat final.
(sry/arh)
Timnas Rusia diprediksi akan bermain lepas saat melawan Kroasia. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Kroasia harus kerja keras membongkar pertahanan Rusia. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Timnas Rusia bakal tampil habis-habisan melawan Kroasia. (REUTERS/Michael Dalder)
Kroasia memiliki segudang gelandang kreatif dan berbahaya. (REUTERS/Darren Staples)