Tontowi menyebut sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi sesama penghuni pelatnas Cipayung itu. Ia juga menilai Hafiz/Gloria tidak bermain tenang sehingga memudahkan langkah mereka ke final.
Tontowi/Liliyana hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk memenangi pertarungan itu.
"Jadi bola gampang mati sendiri, padahal enggak kita apa-apain. Kemarin saya lihat Hafiz/Glo di Indonesia Open main bagus dari serangan dan defense, tapi sekarang kurang tenang saja. Kalau normal pasti melakukan perlawanan," kata Tontowi usai pertandingan.
Tontowi/Liliyana hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk menang di perempat final. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi) |
Di final, Tontowi/Liliyana bakal berhadapan dengan pemenang antara Zheng Siwei/Huang Yaqiong unggulan keempat dari China yang berhadapan dengan wakil Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.
Jika bertemu Zheng Siwei/Huang Yaqiong, kedua pasangan bakal mengulang final Indonesia Masters 2018, Januari lalu. Kala itu, Tontowi/Liliyana kalah 14-21, 11-21.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tontowi/Liliyana menyebut akan siap menghadapi siapapun lawan di final. (Dok. Humas PBSI) |
Namun jika Tontowi/Liliyana berjumpa dengan pasangan Malaysia, maka final Olimpiade 2016 Rio de Janeiro akan terulang.
Liliyana justru menyebut lebih senang jika bertemu dengan lawan dari Malaysia di final nanti.
"Tekad kami selama persiapan adalah fokus karena kami kalah dalam hal kecepatan dan kekuatan dibandingkan pemain muda, jadi harus persiapkan itu," ujar Liliyana.
(vws)
Tontowi/Liliyana hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk menang di perempat final. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Tontowi/Liliyana menyebut akan siap menghadapi siapapun lawan di final. (Dok. Humas PBSI)