Zohri tampil gemilang di babak final yang berlangsung pada Rabu (11/7) waktu setempat. Ia menjadi pelari pertama yang melintasi finis dengan catatan waktu 10,18 detik. Zohri mengungguli dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang ada di posisi kedua dan ketiga.
Lihat juga:Kejutan Timnas Inggris Berujung Kesedihan |
Keberhasilan Zohri jadi juara ini merupakan sejarah besar bagi dunia atletik Indonesia dan juga dalam sejarah kejuaraan yang diperuntukkan bagi atlet U-20 ini. Pasalnya ini adalah hasil terbaik yang didapat pelari Indonesia di kejuaraan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan berpesta malam ini. Saya sangat gembira dengan keberhasilan mendapatkan catatan waktu terbaik dan rekor nasional untuk kategori junior."
Di atas kertas, Zohri bukanlah unggulan utama di Kejuaraan Dunia Junior meskipun dirinya berstatus sebagai juara Asia. Catatan waktu terbaik Zohri sebelum kejuaraan dimulai adalah 10,25 detik.
Schwartz dan Harrison sendiri mengaku cukup puas meski tak bisa berdiri di podium tertinggi.
"Berada di final adalah berkah luar biasa. Sungguh menyenangkan memiliki rekan setim saya di podium," kata Schwartz.
"Beberapa meter terakhir sangat ketat dan saya tidak puas. Namun saya cukup antusias karena saya berlari dalam waktu terbaik saya. Sungguh sebuah kesempatan dan pengalaman yang hebat untuk saya, penuh emosi dan spesial," ujar Harrison. (sry)