INASGOC Keberatan Drawing Ulang Sepak Bola Asian Games

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 02:52 WIB
INASGOC Keberatan Drawing Ulang Sepak Bola Asian Games Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir melayangkan protes drawing ulang grup sepak bola Asian Games 2018. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia Penyelenggara Asian Games INASGOC mengaku keberatan jika harus melakukan pengundian (drawing) ulang fase grup cabang olahraga (cabor) sepak bola di Asian Games 2018.

Presiden INASGOC Erick Thohir mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat keberatan itu kepada Asian Football Confederation [AFC] dan masih menunggu jawabannya.

"AFC minta drawing ulang karena mereka [Palestina dan UEA] sudah mendaftar. Kita dari INASGOC tidak mau drawing ulang. Kita maunya negara-negara ini di-drawing ikut grup yang sudah ada, A sampai F," kata Erick di Markas INASGOC, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).


Erick menyebut INASGOC memiliki data lengkap terkait pendaftaran yang dilakukan Palestina dan UEA untuk cabor sepak bola yang dilakukan setelah drawing dilakukan.

Petugas memasang lampu hias Asian Games 2018 di Balaikota DKI Jakarta, 5 Juli 2018.Petugas memasang lampu hias Asian Games 2018 di Balaikota DKI Jakarta, 5 Juli 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
INASGOC sebelumnya menggelar drawing untuk tujuh cabang olahraga, termasuk sepak bola, di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Kamis (5/7).

"Jawabannya dari AFC nanti, bukan dari kami. Jawaban pertama dari AFC, mereka minta di drawing ulang. Kita jawab lagi, kita usulkan seperti tadi, dengan bukti-bukti yang kami punya," jelasnya.

Sebelumnya Federasi Sepak Bola Palestina melalui akun media sosial Twitter resminya mencuit bahwa drawing cabor sepak bola Asian Games akan diulang setelah Palestina dan UEA mengonfirmasi keikutsertaan mereka.



"Kesalahan organisasi karena menghilangkan kedua tim dari undian asli yang kini telah dibatalkan," bunyi pernyataan @Futbolpalestine sembari menyebut Palestina berada di pot dua bersama Arab Saudi, UEA, Uzbekistan, Vietnam, dan Hongkong. (arh/jun)