Setelah dua partai semifinal menyajikan pertarungan yang penuh drama --menjadi dua pertandingan semifinal terlama dalam sejarah Wimbledon-- partai puncak berlangsung antiklimaks.
Anderson yang sedang berupaya jadi petenis Afrika Selatan pertama yang memenangi gelar Grand Slam, secara total bermain 21 jam dalam perjalanannya menuju final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djokovic, yang terpaksa bermain di Sabtu untuk melanjutkan pertandingan semifinalnya melawan Rafael Nadal, menurunkan intensitas pertandingan di set ketiga. Anderson pun sempat lima kali mendapatkan set points dan terlihat mendapat angin, tapi Djokovic berhasil mengakhiri perlawanannya.
Petenis Serbia itu bahkan memasuki Wimbledon hanya sebagai unggulan ke-12.
Tapi di final Djokovic hanya membuat 13 kesalahan dan tampil seolah telah kembali ke puncak permainan.
"Kemenangan ini terasa mengagumkan karena untuk kali pertama dalam hidup, saya memiliki seseorang yang meneriakkan kata 'ayah-ayah'," kata Djokovic setelah pertandingan. Ia menggendong putranya, Stefan, di satu tangan dan tangan lainnya menggenggam piala.
"Ini adalah final Grand Slam pertama saya dalam beberapa tahun terakhir, dan ini adalah tempat terbaik untuk melakukannya."
(vws)